Bagian 49

799 21 1
                                        

Happy reading....
Assalamualaikum semuanya, apa kabar semoga baik ya,. alhamdulilah bisa up lagi 🤗😊 dan minta maaf baru bisa up lagi,🙏 dan mohon maaf juga saya jarang banget up nya 🙏🙏

Jangan lupa vote bintang nya dulu ya sebelum baca, yang belum follow, follow dulu ya supaya gak ketinggalan up selanjutnya 😁😁

Malam hari nya, aiza sedang sibuk memasukan pakaian yang bakal dia bawa untuk pulang ke jakarta besok pagi.

" Sayanggg, pulang nya sama mas aja ya nanti ". Bujuk Arkan manja.

" Gak bisa mas. nunggu kamu mah lama, besok sore aku kan ada kelas ". Ucap aiza lembut tanpa menatap Arkan karena dia masih sibuk.

" Kalau gitu, besok aku ikut kamu aja pulang nya ". Semangat Arkan.

" Eits, gak bisa ya. kamu harus kerja mas ". Protes aiza tidak terima sambil menatap Arkan.

" Kalau itu mah gampang, kan ada syakil ". Polos Arkan.

" Astaghfirullah mas, kesian kak syakil nya kalau gitu. masa mas tega sih, mas. meskipun kak syakil itu bawahan kamu, tapi mas tidak boleh seperti itu sama kak syakil, apalagi kak syakil juga harus ekstra menjaga mba syila. Kan mas juga tahu mba syila sebentarlagi mau lahiran. harus nya mas ringan kan pekerjaan nya, bukan nya memberatkan". Ucap aiza memberi pengertian pada sang suami.

Arkan menunduk merasa bersalah. Aiza yang melihat sang suami menunduk tersadar apa yang baru saja dia katakan, kemudian aiza segera mendekati sang suami.

" Mas, tatap aku sini ". Ucap aiza Arkan menurut.

" Maafin aku ya mas, bukan maksud aku sok mengajari kamu, tapi aku gak mau suami aku yang tampan ini. Seperti itu ". Ucap aiza memegang kedua pipi Arkan lalu mengelus nya lembut.

Arkan menggeleng. " Gak papak sayang. kamu benar seharusnya aku gak egois kaya gini, maafin mas ya ". Ucap Arkan memegang kedua tangan istrinya yang berada di pipi nya.

" Gak mas, kamu gak egois kok, justru aku yang egois seharusnya aku nurut sama kamu, aku tahu seharusnya aku gak boleh kaya gini, maaf mas ". Lirih aiza menunduk merasa berdosa. Seharusnya dia tidak boleh berprilaku seperti itu.

" Heii, gak papa sayang, kamu boleh pulang besok kok, kan aku udah kasih ijin kamu, nanti kamu bisa ketinggalan materi, kalau gak pulang besok ". Ucap Arkan mengangkat wajah sang istri untuk menatap nya kembali

Aiza menggeleng. " Meskipun begitu,  gak mas. aku pulang nya bareng kamu aja, gak papa aku ketinggalan materi, nanti aku bisa minta contekan sama minta ajar Zahra sama anya aja gak papa ". Kekeh aiza.

" Tapi sayang..... ". Ucapan Arkan terhenti. ketika sang istri bangkit dari duduk nya menuju meja naskah, kemudian menggambil handphone nya. Lalu segera menelpon sahabat nya itu.

Arkan menghela nafas nya, dia menyesal telah merajuk kepada istri nya tadi.

Tut

" Assalamualaikum, Ra ". Salam aiza mengangkat telponnya.

" Waalaikumsalam za, kenapa ". Sahut nya di sebrang sana.

" Maaf, ganggu ya ". Sahut aiza sambil berjalan mendekati sang suami. Lalu duduk di sebelah nya yang dari tadi duduk di tepian kasur.

" Eh gak kok, gak ganggu santai aja  ". Ucap Zahra menatap Anya yang menarik rambut nya.

" Bentar za ". Potong Zahra dulu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 10, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARKAN AIZA ( On Going )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang