Part 4

15.7K 544 4
                                        


Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

----
18+

     Mansion  menjulang tinggi dengan desain arsitektur yang megah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

     Mansion  menjulang tinggi dengan desain arsitektur yang megah. Fasad bergaya klasik dengan ornamen-ornamen indah dan detail ukiran memberikan kesan kemewahan yang tiada tara. Jendela-jendela kaca besar memantulkan cahaya matahari, menciptakan kilauan yang memikat di siang hari. Bahkan ada danau kecil di depan mansion ala disneyland kecil itu. Pinggir-pinggirnya dihiasi bunga-bunga cantik berwarna pink dan putih. Spring seketika takjud dengan mansion milik Nevan, dan ini memang membuktikan dia adalah konglomerat dengan kekayaan yang tidak akan membuatmu miskin sampai mati.

   Setelah memberikan kunci mobilnya kepada petugas yang berjaga di mansion ini, wanita bersurai cokelat itu menggetukan helsnya dengan rasa percaya diri meskipun sedikit agak gugup. Sebelum ke sini, Spring membutuhkan waktu satu jam untuk memilih gaun selutut pink muda, yang dirangkap stoking dengan warna senada. Coat buatan PRADA yang membuat penampilan Spring seperti old money vibes. Anggun dan terpelajar.

Spring mencengkeram tas pink CHANNELnya dengan erat, dengan mendogakkan dagu setelah mengumpulkan keberanian, pintu utama mansion terbuka. Wanita bermanik cokelat almond itu disambut dua pelayan berseragam rapih, menyapanya dengan ramah. "Selamat datang Nona, silahkan masuk," sapa mereka serentak, bagai menyambut Sang Ratu.

Spring tersenyum gugup, lalu membalasnya . "Terima kasih."

   "Mari saya antar Anda, ke kamar Tuan Star," ujar pelayan berambut bob dengan  wajah datar. Bola mata Spring membulat. "Kamar? Aku sebaiknya menunggu di sini saja," tolaknya  sedikit panik namun dia berusaha tenang. Satu pelayannya lagi menatap Spring lembut. "Tadi Tuan berpesan supaya setelah Anda datang, kami disuruh untuk mengantar Nona langsung ke kamar," jelasnya pelan-pelan dengan sangat sopan. Spring hanya bergeming lalu mengedip pelan, dan akhirnya mengangguk pasrah. "Baiklah, kalau begitu. Terima kasih," balasnya pelan. Lalu Spring berjalan di belakang kedua pelayan itu, melewati tangga melingkar putih tulang, yang apik bagaikan di negri dongeng yang begitu megah.

  Mereka bertiga menelusuri lorong panjang, hingga sampailah di sebuah dua pintu pilar tinggi berwarna emas, sehingga membuat Spring bertanya-tanya di dalam benaknya tentang seberapa kaya keluarga Nevan. Kedua pintu itu terbuka, "Silahkan masuk Nona," ujar si pelayan. Setelah Spring masuk terdengar pintu tertutup.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang