PART 25

8.4K 266 9
                                        


Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

---

"Sepertinya dampak kenaikan pajak 32% ini berpengaruh untuk kita," jelas Bernad, bagian keuangan perusahaan. Saat ini Nevan dan beberapa investor Nevan Company mengadakan rapat tahunan, selain itu merencanakan pembangunan properti baru lagi di di berbagai distrik yang akan dipilih.

"Salah satunya kenaikan barang pokok, mempengaruhi kebutuhan kita di bidang resto dan hotel. Dan salah satu solusinya kita bisa naikan harga sedikit, sekitar 2%," lanjut Bernad, sambil berdiri di depan para investor menunjukkan data pertumbuhan ekonomi perusahaan selama satu tahun kemarin.

Nevan dan para investor lainnya mengangguk paham, setuju dengan solusi yang diberikan Bernad.

"Saya menganjurkan juga, untuk para investor berhati-hati dalam berinvestasi di produk US. Karena dampak kenaikan pajak ini sangat sedikit memprihatinkan," ujar Bernad menambahakan. Memang hal yang paling memusingkan, ketika kebijakan baru tentang pajak yang dinaikkan, terlebih lagi dalam jangka panjang bisa mengalami penurunan ekspor dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.

Rapat akhirnya berlangsung selama 3 jam, karena mereka juga membahas pembangunan penginapan baru di daerah Timur laut kota. Nevan ingin membangun cottange bergaya Eropa klasik di kawasan tersebut.

"Jadi, bagaimana persiapan yang Ballsbridge?" Nevan langsung menanyakan ini pada Robin, setelah semuanya pergi meninggalkan ruang rapat.

"Hampir 70% Tuan, mungkin dua bulan lagi akan segera selesai. Anda tidak perlu khawatir," jawabnya penuh keyakinan.

"Aku ingin semuanya sempurna, karena hotel itu nantinya untuk istriku," paparnya dengan nada serius.

 

Robin mengangguk patuh, lalu teringat akan sesuatu hal penting. "Tuan ini, mengenai permintaan Anda tentag penyelidikan itu, saya ingin menjelaskan lebih rinci."

Manik legam Nevan menatap dingin sekretarisnya. "Katakan serinci mungkin."

---

Warna orange yang menghiasi langit sore di Dublin, lambat laun menjadi segelap arang. Suhu udara semakin rendah, rasa dingin yang menjalar sampai ke tulang membuat sebagian orang-orang di sekitar mulai memakai mantel yang tebal. Termasuk Nevan, kini sudah sampai di mansionnya, dan rasa lelah mulai merambati tubuhnya. Oh, dia butuh bersatu dengan istrinya yang hangat dan candu itu. 

"Silahkan Tuan," supir Nevan membukakkan pintu penumpang untuk Nevan. Pria bertubuh tegap itu, lalu masuk ke dalam, sudah disambut hormat oleh beberapa pelayannya.

"Selamat malam Tuan," sapa pelayan mansion menunduk sopan.

"Mana istriku?" tanyanya dingin, menyerahkan tas dan mantelnya pada pelayan satunnya.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang