Part 16

11.5K 313 8
                                        


Happy Read

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read

--

18+


Spring lupa jika ini adalah bulan madu, dan perkataan Nevan langsung membuat Spring gugup. "Baiklah, aku rasa kau sangat sibuk karena sedari tadi menerima panggilan," Spring membalas tatapan suaminya. Sulit sekali menghilangkan rasa gugupnya.

    Nevan mengelus punggung istrinya yang masih berbalut coat tebal. "Nanti aku segera menyusulmu."  Hanya itu yang Nevan katakan, lalu dia meninggalkan Spring ke luar sebentar. Wanita bersurai cokelat itu paham, jika Nevan adalah orang penting. Selama bersama Nevan dan sampai sekarang, Spring menyadari jika pria itu adalah sosok pekerja keras dan semua apa yang dilakukan harus terlihat sempurna.

"Baiklah, aku ke atas dulu," jawab Spring pelan, yang hanya diangguki oleh Nevan.

    Spring lalu naik ke kamar utama mansion Nevan. Pelan-pelan dia membuka kamar itu, dan sekali lagi Spring begitu takjub dengan interior kamar ini. Kamar ini memiliki plafon tinggi yang dihiasi dengan detail ukiran dekoratif. Dindingnya terdiri dari jendela-jendela besar berbentuk lengkung yang memberikan pemandangan langsung ke laut biru yang tenang. Cahaya matahari yang masuk melalui, jendela menciptakan suasana hangat dan nyaman.

    Tempat tidur berlapis kain putih dan beige terlihat sangat nyaman, dilengkapi dengan banyak bantal yang disesuaikan dengan warna dinding di kamar ini. Hiasan tanaman hijau menambahkan sentuhan alami. Lantai yang berkilau dari marmer atau ubin menambah kesan mewah. Kamar ini memancarkan suasana relaksasi dan kemewahan yang sempurna, karena kamar ini langsung menghadap ke pemandangan laut. Spring bisa menikmati pemandangan laut sambil bersantai.

"Ini sempurna," ucap Spring yang tidak berhenti menganggumi kamar ini. Nevan memang sempurna dalam memilih designer interior yang handal.

Spring membuka coatnya lalu meletakan di kursi santai bundar itu. Masih menikmati pemandangan laut dari kamar, hingga tatapanya ke sebuah kotak persegi yang dihiasi pita.

    Wanita itu lalu mencoba melihat apa isinya, dia membuka pita itu dan terkejut isi kota tersebut. "Astaga ini ... " pipi Spring menghangat dan merah sambil melihat sebuah ligerine merah mawar berbentuk dress dengan ukiran brokat di daerah dada. Sangat sexy dan  menggoda, membuat Spring malu sendiri. Dering ponsel membuyarkan pikiran nakalnya.

Nevan:

[Jika kau sudah membuka kotaknya, pakai itu dan 30 menit lagi aku tunggu di jacuzi lantai atas.]

    Isi pesan Nevan membuat jantung Spring semakin berdebar, "Astaga, apakah itu artinya ..." suaranya terjeda ketika membayangkan hal erotis. Tidak mau ambil pusing, wanita itu bergegas mandi dan persiapan untuk hal yang Spring sendiri tidak tahu, dan dia tidak mau membayangkanya.

    Setelah 15 menit mandi cepat, karena Spring hanya punya waktu 30 menit saja sebelum bertemu Nevan. Kini dia sudah memakai lingerline merah mawar itu, terlihat sangat pas dan bulatan kenyal yang begitu menonjol. Wanita itu membiarkan rambutnya tergerai begitu saja. Spring hanya memakai riasan natural. Tubuhnya sudah wangi sabun, lalu dia mengenakan jubah tipis lingerline itu , untuk menghampiri Nevan.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang