Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
---
Spring tidak habis pikir dengan sikap otoriter suaminya, bagaimana bisa di saat situasi seperti ini, Nevan bertindak mesum seperti sekarang. Dengan berani dia berdiri, di hadapan sang suami menatap tajam Nevan. "Aku tidak mau," jawabnya tenang, manik cokelat yang biasanya menatap Nevan lembut dan cemas kini berubah tegas, hingga membuat Nevan sedikit terpana. Damn, bagaimana bisa istrinya terlihat begitu sexy dengan ekspresi ini. Dengan sikap seperti ini tubuh inti Nevan tiba-tiba saja sesak, dengan paha yang masih melebar.
"Sekarang kau mulai nakal ya?" kekeh Nevan menatap istrinya dalam, brengsek karena Nevan sudah sulit untuk tidak menyetubuhi istrinya di sini. Namun, dia ingin sedikit bermain-main dengan wanita yang dua tahun ini menjadi objek fantasinya yang liar.
"Aku hanya ingin penjelasan darimu Nev, bukan untuk hal yang lain," balasnya mulai gugup dengan tatapan Nevan. Sialan! Suaminya kini terlihat semakin panas dengan paha besarnya yang direntangkan, mencoba menggodanya untuk hal liar.
Sedangkan Nevan, masih menatap penuh hasrat dan tidak ingin terburu-buru untuk melucuti pakaian formal istrinya di sini, sungguh dia sedang mati-matian demi menggoda Spring.
"Duduk di sini Rose, atau kau mau kuhancurkan sampai tubuhmu tidak berdaya?" geram Nevan, suaranya serak mendalam. Tatapannya bak binatang buas yang sedang mengincar, mangsa kecilnya.
Spring sendiri masih berdiri, tangan mungilnya memegang erat ujung tas miliknya. Wanita bersurai cokelat itu, berusaha untuk tidak takut lagi, oleh tatapan intimidasi Nevan.
"Sebaiknya, aku pulang. Kita bicara di rumah saja," dengan berani Spring membalas ucapan Nevan, lalu berbalik badan dan tiba-tiba bunyi suara pintu terkunci otomatis. Tubuh Spring langsung tegang, tatapannya kembali ke arah suaminya yang masih setia menatapnya.
"Apa yang kau inginkan?" kini giliran Spring yang terlihat kesal dengan tingkah Nevan.
"Sit on my lap Rose!" suara Nevan semakin rendah, ekspresinya berubah dingin, sukses membuat Spring bergidik ngeri. Dengan terpaksa wanita itu kembali ke arah Nevan, meletakkan tas mahal miliknya di atas meja, lalu mulai mendekati Nevan. Namun, belum sampai di paha suaminnya, dia sudah ditarik kasar hingga tubuhnya terduduk di pusat inti Nevan yang sudah keras. Posisi tubuhnya miring, sehingga membuat kepala Spring bertubrukan dengan dada bidang suaminya.
"Astaga Nev!" pekiknya dengan napas memburu, membuat tubuhnya tegang seketika. Spring merasakan tatapan Nevan terlihat membara, ada hasrat yang sangat besar di dalam tatapan itu.
Satu tangan Nevan menumpu tubuh mungil istrinya, dan satunya lagi mulai menyisir rambut cokelat yang terlalu lembut dan harum. "Kau mulai membangkang padaku? Uh?" bisik Nevan tepat di depan bibir pink istrinya. Nevan tidak bohong, dia sudah terpesona dengan istrinya, sejak dua tahun lalu. Entahlah, setiap malam dia berfantasi liar tentang Spring.