Part 43

7.2K 263 20
                                        

Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

---

Robin langsung menarik kasar kamera itu, lalu menekan tombol delete pada benda itu.Karel, sosok jurnalis sekaligus paparazi yang bekerja secara diam-diam untuk mencari berita yang sensasi. Akan sangat merepotkan jika foto tadi terpampang di platfom khusus yang memberitakan seputar kehidupan pribadi orang-orang yang berpengaruh di Dublin. Termasuk Tuan Nevan, dan Robin tidak mau ada berita menggemparkan di situasi seperti ini.

"Kirim rekeningmu ke tempatku, anggap saja aku membeli fotomu ini," ucap Robin menatap garang Karel, sembari mengembalikan kamera tersebut.

"Pergi dari sini!" usir Robin dingin, setelah itu dia menghampiri Nevan yang sudah terlihat memijat keningnya.

"Selamat malam Tuan," sapanya sopan, membuat Robin yakin jika Tuan Nevan sedang dalam masalah, dilihat dari betapa kacaunya penampilan pria di depannya ini.

Nevan menoleh ke arah sekretarisnya, tentu saja Robin hanya memakai pakaian kasual celana jeans panjang dan kaus putih yang dirangkap jaket kulit hitam, mengingat dia mengundang Robin i di luar jam kantor. "Oh, kau datang. Ayo antar aku ke kantor," ucap Nevan langsung, setelah mengeluarkan kartu hitam yang dia serahkan ke pelayan.

Robin semakin mengerutkan kening, mendengar kalimat Nevan. "Memangnya ada urusan penting Tuan?"

Nevan menggeleng pelan. "Aku akan tidur di apartment lantai atas," jelasnya langsung mendahului Robin.

Selama perjalanan ke kantor, Nevan hanya menyenderkan kepala di kursi penumpang, sesekali dia memijat pelipisnya, seperti menahan sakit.

"Anda baik-baik saja Tuan?" dari kaca spion tengah, Robin melirik ke arah Nevan dan sepertinya sedang tidak baik-baik saja.

"Hmm, sepertinya tidak," jawabnya serak, masih menutup kedua matanya.

"Apa perlu saya mampir ke apotek membeli obat pengar Tuan?" tawar Robin dengan hati-hati, namun hanya gelengan saja sebagai jawaban. Kemudian hening melanda di antara mereka. Sedangkan Robin menatap ke depanlagi, kembali berkonsentrasi menyetir.

"Robin," panggil Nevan lagi pelan, membuat Robin menjawab. "Ya Tuan?"

Kerongkongan Nevan terasa panas, seakan susah berbicara. "Dua hari lagi acara penyambutan Tesoro, dan aku ingin kau membantu istriku supaya dia jangan terlalu kelelahan," ungkap Nevan misterius, membuat Robin semakin mengerutkan alisnya, berpikir keras dengan apa yang terjadi di antara pasangan suami istri ini.

"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan? Robin bertanya sepelan mungkin, terkesan tidak terlihat terlalu penasaran.

"Spring hamil," jawab Nevan cepat, membuat Robin membulatkan matanya. Ternyata dugaanya benar, sejak kejadian tadi pagi yang tiba-tiba saja Nyonya Spring pingsan.

Namun, sepertinya ada kecekcokan diantara keduanya. Robin sendiri tidak berani kembali bertanya.

"Saya mengerti Tuan," hanya itu sebagai jawaban, hingga tidak terasa akhirnya mereka sampai ke gedung kantor.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang