Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
---
Ballsbridge salah satu distrik mewah di kota Dublin, banyak yang menyebutkan jika distrik ini, diperuntukan oleh kalangan profesional seperti diplomat, dan orang-orang yang memiliki pengaruh besar di Dublin. Tidak hanya itu saja, alasan Nevan memilih Ballsbridge adalah lingkungan yang cenderung tenang, arsitekturnya juga menarik dan banyak bangunan bersejarah. Selain itu, kawasan ini sering menjadi tuan rumah untuk berbagai acara budaya dan festival sehingga banyak fasilitas seperti hotel, pusat perbelanjaan yang membuat wisatawan berdatangan.
"Pembangunan hotel di distrik ini sangat strategis Nev, " komentar Spring ketika mobil Porche Nevan sudah sampai area parkir. Manik cokelatnya menatap sekeliling bangunan dengan antusias.
Nevan mengangguk tipis, setuju dengan komentar istrinya. "Aku memang sengaja memilih Ballsbridge karena di sini banyak wisatawan datang," jelasnya singkat lalu keduanya turun dari mobil. Suasana bangunan hampir 100 persen selesai. Nevan mengenggam tangan istrinya erat, menuntunnya untuk masuk ke dalam Hotel.
Spring terperangah kagum melihat hotel ini, sekaligus rasa gugup menyelimuti dirinya karena nantinya dialah yang akan bertanggung jawab untuk kegiatan operasional hotel di sini.
Keadaan di sini masih sepi, karena ini adalah hari Sabtu maka pekerja bangunan libur. Mereka kembali bekerja di hari senin, jadinya hari ini hanya ada Nevan dan Spring saja yang berkunjung.
"Sebenarnya hanya butuh dua minggu lagi, hotel ini akan selesai 100 persen," celetuk Nevan masih menggegam erat tangan istrinya hingga mereka masuk ke pintu masuk hotel. Namun, sayang sekali sepertinya mereka harus sampai depan pintu saja. Karena ada tulisan dilarang masuk di pintu masuk hotel tersebut.
"Maaf, kita tidak bisa masuk ke dalam," ucap Neval menyesal, pria itu merasa kesal karena lupa meminta Robin untuk membuka akses pintu ke sini dulu.
Istrinya tersenyum lembut, lalu mengelus lengan kokoh sang suami. "Tidak masalah Nev, yang terpenting aku sudah melihat sebagian besar bangunan ini."
"Hotel ini sudah sah menjadi milikmu Rose, jika ada yang kurang kau boleh bilang padaku. Nanti aku akan memperbaikinya," cetus Nevan menatap Spring lekat, dia ingin segala yang direncanakan berjalan dengan sempurna tanpa celah.
Mendengar kalimat hangat dari bibir suaminya, Spring merasakan jantungnya semakin berdebar kencang. Perasaan cintanya semakin merekah menguasi dirinya, dan langsung saja dia memeluk tubuh tegap itu erat. "Tidak perlu Nev, aku sudah sangat bahagia dengan semua ini. Ini sudah lebih dari cukup," jawabnya pelan, suaranya tenggelam dalam dada bidang Nevan. Sedangkan Nevan, membalas pelukan istrinya tak kalah erat, senyum tipis terbit karena puas dengan semua ini. "Anything for you my wife," jawabnya serak, kemudian mengecup pucuk kepala Spring.