Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
----
Pesta pernikahan Spring dan Nevan langsung terbang ke Monako, dengan jet pribadi milik Nevan. Tidak tanggung-tanggung, pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya, mempersiapkan segalanya dengan cepat. Tentu saja, karena semua adalah bentuk kekuasaan seorang Nevan Killian Star. Segalanya akan mudah dan tertata dengan rapi.
Perjalanan ke Monako hanya 2 sampai ke 3 jam saja, untuk sampai bandara Nice atau bandara internasional terdekat di Monako.
"Selamat malam Nyonya, apakah Anda membutuhkan sesuatu seperti ingin minuman dan makanan tertentu?" suara pramugari cantik membuat Spring mengalihkan pandangnya.
"Bisa aku minta teh hangat tanpa gula saja?" pinta Spring dengan suara pelan, tidak dipungkiri dirinya begitu lelah karena pesta pernikahan yang sedikit panjang.
"Baik Nyonya, ada hal lain yang kau inginkan?" lanjut si pramugari, lalu Spring hanya menggeleng. "Tidak, terima kasih."
Setelah pramugari itu pergi, munculah Nevan dari arah depan. Pria itu sudah berganti pakaian, hanya dengan kemeja hitam dengan dua kancing terbuka dan dia lipat rapih sampai ke siku. Memperlihatkan tubuhnya yang keras, dan tegap.
"Apa kau lelah?" suara rendahnya membuat merinding, setiap kali Nevan mengajaknya berbicara. Cara menatapnya juga mampu membuat wanita yang, sekarang sudah sah menjadi istri Star itu tidak bisa menolak setiap apa yang keluar dari bibir Nevan.
"Sedikit, aku sudah minta teh hangat tadi. Terima kasih atas perhatianmu," jawab Spring lembut. Nevan masih menatap istrinya lekat, lalu tangannya kini mengenggam jemari Spring sehingga cincin pernikahan yang sudah mereka kenakan bersentuhan.
"Setelah minum teh, tidurlah. Kau butuh istirahat." Nevan mengatakannya dengan sedikit lembut.
"Iya Nev," akhirnya Spring menuruti perkataan Nevan, toh dia juga sudah sangat lelah dan mengantuk.
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam, mereka berdua akhirnya sampai di bandara Nice.
"Rose, bangunlah kita landing sekarang," bisik Nevan mengusap pipi istrinya yang tertidur nyenyak di ruang VIP, fasilitas dari jet pribadi Nevan.
"Maaf, aku ketiduran," suara Spring begitu serak, perlahan dia membuka kedua matanya dan mereka berdua sudah landing di bandara Nice.
Spring dan Nevan dijemput oleh supir pribadi mereka dengan, Rolls-Royce Droptail milik Nevan. Pria itu membukakan pintu untuk Spring. Dari bandara mereka langsung ke salah satu mansion milik Nevan yang berada di Monako.
Butuh waktu 30 menit sampai di mansion milik Nevan. Dan sepanjang perjalanan Spring mengamati negara Monako dengan penuh takjub. Meskipun pernah melakukan perjalanan ke negara ini, wanita bersurai cokelat itu selalu kagum dengan negara ini. Monako dikenal karena statusnya sebagai negara yang bebas pajak, yang menjadikannya tempat tinggal favorit bagi banyak orang kaya dan artis internasional. Meskipun demikian, negara ini memiliki sistem pemerintahan monarki konstitusional dengan Pangeran Monako sebagai kepala negara, yang saat ini dijabat oleh Pangeran Albert II. Pemerintahan negara ini juga didukung oleh dewan yang terdiri dari para menteri yang bertanggung jawab atas administrasi dan kebijakan negara.