Part 6.

15.6K 479 9
                                        


Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

----

21+

"Ap..a!" suara Spring terdengar gemetar, tatapannya begitu sekaligus takut, menatap manik hitam legam Nevan yang mendominasi.

"Naik, ke pangkuanku sekarang," ucap Nevan datar, namun terdengar sebuah perintah yang tidak bisa dibantah.

Spring hampir menangis karena ketakutan, tubuhnya gemetar karena dia tidak siap tiba-tiba saja sikap diktator Nevan yang menakutkan.

Nevan masih menatap lekat, wanita bersurai cokelat di sampingnya ini. Ada rasa membuncah ketika melihat ekspresi Spring yang begitu ketakutan.

"Apa kau tidak mendengarku Rose? Hmm..." suara serak Nevan membuat rasa gugup Spring semakin menjadi.

"Tapi Nev, kita sedang-"

"Semakin kau menolak, jangan harap kita beranjak dari sini," sela Nevan tegas, kini jemarinya menyugar surai panjang milik Spring dengan seduktif.

"Ayolah, jangan takut Rose. Kau akan terbiasa dengan sentuhanku," Nevan mencoba meyakinkan Spring dengan kalimat yang sedikit menenangkan, dan sekarang tangannya melepaskan seat belt Spring.

       Wanita bermanik cokelat madu itu menelan ludah, lalu menghela napas panjang, kini pelan-pelan dia melepas sepatu haknya, dan membuka coat Prada yang masih melekat di tubuhnya.  Kemudian tubuh langsingnya mulai mendekatkan tubuhnya dengan sedikit berdiri lalu masuk ke dalam pangkuan Nevan.

Kedua tangan Spring menekan pelan pundak keras Nevan, agar bisa duduk dengan benar di paha berotot pria dominasi ini.

Meskipun di dalam Bugatti Veyro begitu dingin karena pendingin, akan tetapi Spring merasakan tubuhnya basah.

"Good girl," puji Nevan sambil menyelipkan tangan kekarnya ke pinggang mungil Spring lalu menekanya dengan kuat.

"Hssh, Nev..." desah Spring merasakan betapa kuatnya tangan Nevan menekan pingganya.

Nevan tersenyum puas mendengar desahan Spring. "Aku suka sekali mendengar desahanmu Rose," bisik Nevan di daun telinga Spring, lalu bibirnya mulai menjelajahi leher jenjang Spring dengan rakus.

Mengigit kecil hingga meninggalkan bercak merah muda.

Sedangkan kedua tangan Spring menekan pundak Nevan, menahan gejolak gairah yang siap meledak dalam jiwanya. Sentuhan pria berbahaya ini membuat, sisi lainya seakan bangkit dalam gairah yang menyenangkan. Selama 29 tahun dalam hidupnya, ini pertama kalinya Spring mendapatkan sentuhan yang mematik gairahnya yang tersembunyi. Nevan sendiri masih menikmati dengan rakus wangi yang lembut dan powdery merupakan perpaduan lavender essence. Membuat Nevan tidak bisa berhenti mencium leher Spring.

Pria berambut cokelat itu, menatap Spring dengan dingin. Manik legamnya menyiratkan gairah birahi yang tertahan, dan siap meledak bersama. Lalu tatapanya turun, ke dada Spring yang naik turun karena terengah-engah, akibat sentuhannya.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang