Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
--
Pernikahan Anastasia dan Ben berlangsung meriah, banyak tamu undangan yang datang juga hampir ratusan. Ada dari kalangan model, sampai selebriti media sosial. Anastasia terlihat cantik dan sexy memakai gaun pengantin Dior, dengan model mermaid yang membalut tubuh langsing nan sitalnya dengan sempurna. Gaun itu dirancang dengan renda berwarna putih gading. Bagian atasnya korset tanpa tali, dengan potongan sweetheart neckline bisa membentuk lekukan dada secara sensual dan elegan. Rambut honey blondenya di cepol rapih, dihiasi jepit bunga. Sedangkan Ben, terlihat gagah dengan balutan texudo, wajah teduhnya terlihat segar dengan potongan rambut model curtain yang tersisir rapih. Setelah upacara selesai, saat ini acara intinya adalah makan malam dan live music.
Spring yang malam ini memakai gaun putih gading sesuai dengan tema acara. Wanita bersurai cokelat itu terlihat elegan memakai gaun bertema vintage. Potongan lehernya membentuk persegi, dan lengan pendeknya dibuat sedikit mengembang hingga terlihat bahu mulus Spring. Rambut cokelatnya dia biarkan terurai ke bawah.
"Lebih baik kita pulang, di sini membosankan," bisik Nevan melilitkan tangan besarnya ke pinggang mungil istrinya. Pria tampan itu terlihat gagah menggenakan tuxedo warna senada dengan istrinya, meskipun rambut cokelatnya sedikit berantakan, tapi tidak mengurangi kadar ketamapanan seorang Killian. Tidak heran sedari tadi, beberapa tamu mencuri-curi pandang ke arahnya.
Spring yang tengah duduk di meja bundar yang kebetulan hanya ada dia dan Nevan di situ, terlihat menikmati music dengan segelas wine menatap Nevan lekat. "Apa kau sudah bosan?" tanyannya lembut, merasakan belitan di pinggangnya semakin kencang.
"Sangat membosankan, apalagi aku tidak suka dilihat orang-orang yang datang ke sini," gerutu Nevan merasa kesal, dari dulu dia kurang suka acara pesta, jika ke pesta kolega pun paling lama bertahan hanya 30 menit. Hidupnya hanya terpaku dengan bisnis keluarganya, menjadi yang paling teratas. Uang dan kekuasaan adalah hal yang tidak boleh dia lewatkan.
"Yasudah, kalau begitu apa kita pamit saja?" tanya Spring menatap gugup suaminya yang sudah terlihat bosan. "Kita baru saja di sini satu jam Nev, apa tidak masalah?" lanjut Spring bertanya, lalu tatapannya ke arah Anastasia dan Ben yang sedang berdansa.
Nevan menangkup wajah istrinya, hingga mereka bertatapan. "Satu jam aku bisa membuatmu mendesah di ranjang Rose, dan aku bisa mengecup setiap jengkal tubuhmu," bisiknya rendah, suaranya tenggelam dalam alunan musik jazz .
"Astaga Nev..." tangan Spring menutup mulut suaminya langsung, lalu sedetik menurunkannya karena mendapat tatapan tajam. "Maaf, itu karena kau berbicara mesum," lirih Spring membuang pandangannya ke arah lain.
"Aku hanya melakukan ini dengan istriku." Tegas Nevan, lalu menyesap champangenya sampai tandas. "Kita pulang sekarang," ajaknya langsung berdiri, menarik tangan istrinya melangkah menuju sang pangantin.