Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
---
Anastasia baru saja masuk ke lobby hotel, karena sore ini wanita itu ada janji dengan sang ayah. Tentunya, membicarakan soal pekerjaan yang nantinya akan dia lakukan. Meskipun ini sangat membuatnya berat dan terpaksa, namun pada akhirnya wanita itu mau melakukannya.
Sore ini Anastasia memakai gaun tanpa lengan warna hitam pekat buatan Versace. Gaunkeluaran terbaru itu, begitu memukau ketika melekat pada tubuh molek Anastasia. Siapapun yang melihatnya pasti akan kagum, untuk kaum wanita, sedangkan para pria tidak akan malu menatap puja ke arah wanita pemilik rambut honey blonde itu.
Suara hels 5-cm milik Anastasia terdengar tegas dan percaya diri. Kacamata hitam bertengger di hidung mancung Anastasia, dia buka. Manik hijaunya menatap sekilas ke arah resepsionis, seakan tahu jika Anastasia langsung menuju ke ruangan sang ayah tanpa perlu menghampiri mereka.
Namun, ketika wanita itu akan masuk ke lift khusus, pandangannya tidak sengaja melihat sosok Nevan yang keluar dari lift sebelah. Alis cokelat Anastasia menukik tajam, merasa aneh sekali melihat kedatangan Nevan di sini. "Ada apa dengannya?" monolognya, hendak ingin memanggil namun wanita itu mengurungkan niatnya, karena langsung ingin menemui sang ayah saja.
"Selama-Ayah! Ada apa denganmu!" seru Anastasia, melihat Collin berwajah pucat, terlihat memijat pelipisnya sambil meringis.
"Kau kenapa? Apakah ini karena Nevan datang kemari? Apa yang dilakukanya padamu!" cerca Anastasia tidak sabar, lalu mendekati sang ayah, lalu memijat lengan pria paruh baya itu.
Collin mendesah, kepalanya tambah pening mendengar putrinya yang baru saja datang, tapi malah mencercanya dengan banyak pertanyaan. "Tidak, aku hanya sedikit lelah saja," bohong Collin, tidak mungkin dia berkata soal apa yang terjadi.
Anastasia inisiatif mengambilkan botol air mineral dari kulkas kecil yang ada di dekat kursi kerja ayahnya.
"Minumlah pelan-pelan," bujuk Anastasia menyodorkan botol mineral itu kepada sang ayah.
"Terima kasih nak," ucap Collin meminumnya hingga sampai setengah.
"Ayah, mulai sekarang urusan hotel serahkan padaku. Aku tidak ingin kau stres," ucap Anastasia tiba-tiba membuat Collin mnegerutkan dahinya.
Pria paruh baya itu berdecak, mengibaskan tangannya. "Jangan khawatir, aku hanya kelelahan saja." Collin berusaha mengelak, dan menutupi masalahnya.
Anastasia mendelik kesal. "Bukan seperti itu, aku juga ingin menunjukkan jika aku bisa melampui Spring." Wanita itu mengucapkan dengan perasaan menggebu-gebu, jangan dikira hanya Spring yang bisa memimpin perusahaan. Dia pun juga bisa melakukannnya.
Collin menghela napasnya, lalu mengusap kepala putrinya. "Kau akan selalu lebih unggul dari Spring," komentar sang Ayah, membuat Anastasia tersenyum jumawa.