Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebelum baca, boleh minta tolong Follow akun aku dong hehehe makasih ya
Happy Read!
---
Song : Roses in The room by LULKM
🔞
Lingkar mata Spring melebar mendengar permintaan suaminya yang terdengar gila. Bagaimana bisa? di situasi ini suaminya meminta dirinya untuk memakai pakaiana seperti ini.
"Kenapa tiba-tiba menyuruhku memakainya Nev? Bukankah kita akan malam, bukan untuk tidur?" Spring bertanya dengan nada pelan, manik cokelatnya menatap suaminya yang kini sedang menatapnya penuh gairah.
Nevan tersenyum tipis mendengar pertanyaan istrinya, "Aku hanya ingin menikmati kecantikanmu Rose, lagipula I want yo make love with you wife," suaranya mulai serak, membayangkan istrinya memakai lingerline yang dia pilih membuat tubuh bagian bawahnya mulai keras dan sesak.
Mendengar kalimat suaminya, tubuh Spring diliputi getaran yang membuatnya membeku sejenak. Di bawah kakinya seakan ada paku yang menancap, membuatnya tidak bisa berkutik. Pipinya pun bersemu merah, walau hanya sebentar.
"Ayo pakai, kau bilang ingin melayani suamimu dengan baik. Hm?" pinta Nevan begitu sensual, pria di depannya ini masih menatap istrinya dengan tatapan lapar, seakan menahan diri untuk tidak menjadi buas dan menerkam sosok mungil yang membuatnya gila setiap saat.
"Sekarang?" lirih Spring membuat suaminya berdecak, dan memutar bola matanya karena mulai kesal.
"Tahun depan Rose," sarkas Nevan semakin kesal, dan tatapannya berubah tajam.
Spring menunduk, bibirnya mengerucut karena malu. "Aku malu Nev," cicitnya pelan.
"Kenapa malu? Aku sudah mencicipi setiap inci tubuhmu," jawab Nevan santai, membuat istrinya mendelik.
"Lagipula, di sini hanya ada aku Rose. Tidak ada orang lain, bahkan kita berada di kamar paling atas, sangat privasi," lanjut Nevan, mencoba menenangkan istrinya yang begitu lugu dan polos, dan sayangnya dia harus terperangkap selamanya dengan pria sebuas dirinya.
Pria itu lalu berdiri dari ranjang, dan berpindah ke sofa panjang yang ada di depan ranjang, duduk menyilangkan satu kaki jenjangnya. Nevan tidak lupa menuangkan whisky ke gelas kristal yang sudah ada di atas meja kecil sebelah sofa itu. Pelan, pria itu mulai menyesap whiskynya, manik pekatnya tidak bergeser sekalipun, menatap istrinya, meskipun sedang menikmati minuman keras itu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.