Part 12

11.7K 354 16
                                        


Happy Read!---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!
---


Selama perjalanan menuju restaurant, wanita bersurai cokelat itu merasakan jantungnya berdegup kencang. Rasa gugup mulai merayap sampai ke tulang-tulang, apalagi Nevan ingin berbicara sesuatu. Spring mulai overthinking, inilah hal yang paling dia tidak sukai. Suka berpikir hal yang belum tentu terjadi, dan dia terkadang membencinya sendiri. Wanita itu melirik ke arah Nevan, yang sedang fokus menyetir. Ekspresinya begitu tenang,  dingin, dan tentunya tampan. Ada hal yang Spring sadari, sejak bertemu Nevan. Pria ini jarang sekali menggunakan sopir pribadi.

"Kenapa kau tidak menggunakan sopir pribadi?" Spring mencoba bertanya, demi memecah keheningan di antara mereka.

Nevan yang masih sibuk menatap lurus ke arah jalan, sambil tangannya memegang stir lalu melirik ke arah wanita bersuai cokelat itu. "Aku hanya tidak ingin privasiku dan dirimu diganggu," jawabnya datar, membuat wajah Spring memerah.

"Eh ... privasi yang bagaimana?" jawab Spring pura-pura tidak tahu.

Nevan tersenyum miring, tanpa Spring sadari. "Menyetubuhimu Rose, apalagi," ujar Nevan tanpa rasa malu. 

Spring terbatuk pelan, mendengar jawaban frontal Nevan. "Kau tidak boleh bicara seperti itu," jawabnya pelan.

"Aku melakukan apapun yang kumau Rose, dan kau harus terbiasa itu!" tegas Nevan tidak mau dibantah.

Dan tanpa terasa mereka sampai di Wilde, ke duanya turun dari mobil Nevan, dan pria tampan itu memberikan kuncinya ke petugas valet parking.

Spring terkejut, karena Nevan tiba-tiba saja menggandengnya masuk ke restaurant, tangan besarnya sangat hangat dan mengenggam tangan kecil Spring dengan posesif.

"Selamat siang Tuan Killian, silahkan," sapa pelayan yang restaurant dengan sopan, dan mengerti jika Nevan sudah mereservasi untuk mereka berdua. Dan pria itu hanya mengangguk satar dengan ekspresi dingin.

Spring sendiri pernah makan siang di sini bersama klien, dan memang Wilde sangat terkenal di Dublin, dia pun menyukai suasana di restaurant ini. Wilde menawarkan suasana yang sangat bergaya dan penuh karakter, dengan desain interior yang mewah namun tetap terasa hangat dan nyaman. Penggunaan elemen dekorasi yang khas seperti panel kayu berwarna gelap, pencahayaan lembut, dan furnitur mewah menambah sentuhan klasik yang memikat.

Tidak hanya dekorasinya yang menarik dan hangat, pelayanan di Wilde  sangat profesional, dengan staf yang ramah dan sangat berpengetahuan mengenai menu dan pasangan anggur. Mereka berusaha menciptakan suasana yang santai namun tetap terkesan mewah, cocok untuk berbagai kesempatan mulai dari makan malam romantis hingga pertemuan bisnis.

"Silahkan Tuan dan Nona," ujar pelayan itu ketika mereka sampai di ruangan khusus untuk tamu VVIP. Suasanya juga romantis, dan membuat Spring merasa panas.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang