PART 36

7.2K 260 13
                                        

Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

---

Untuk ke- dua kalinya Nevan menginjakkan kaki di Irish Hotel, karena yang pertama, dulu ayah mertuanya mengadakan pesta kolega di sini. Nevan yang sebagai investor terbesar, tentunya harus datang dan melihat hasil dari uang yang dia investasikan di sini. Sebagai pebisnis Nevan cukup puas, karena Irish cukup populer dan banyak pelanggan berdatangan dari berbagai negara. Kualitas marketingnya terus berkembang, dan tingkat pelayanan dari para pegawai cukup memuaskan. Nevan tahu semua itu dari laporan tiap tahun yang diberikan oleh Robin. Mungkin selama ini pria itu terlihat tidak peduli, namun semua hal yang berbau bisnis dan menguntungkan dirinya tetap saja tidak boleh terlewatkan.

Pria dengan tinggi 189 cm itu melangkah tegap, satu tangannya terkubur dalam saku, hingga terlihat jam Rollex limited edition terlalu berkilau di bawah lampu gantung megah di lobby hotel , membuat semua orang yang ada di dalam memberikan atensi kepadanya. Bagaikan pahatan batu indah yang sedang dinikmati banyak orang, namun tidak berani untuk mendekat.

Astaga bukankah itu Nevan, si konglomerat itu...

Ya Tuhan, ternyata dia jauh lebih besar dan tampan secara nyata.

Sedangkan Nevan hanya cuek dengan reaksi para tamu yang berbisik-bisik mengenai dirinya. Tatapannya datar, dingin cukup membuat orang sekitaran merasa segan untuk mendekatinya.

"Aku ingin bertemu Tuan Collin," suara berat nan dominasi Nevan membuat resepsionis wanita di depannya menatap kosong sosok Nevan. Rasa gugup, membuat tubuhnya bergetar panas di hadapan pria setinggi seratus delapan puluh sembilan ini. Aura maskulinnya cukup kental, membuat si resepsionis wanita itu berkedip-kedip.

"Apakah, Anda sudah membuat janji Tuan?" suara wanita dengan name tag Genta itu menjadi lirih ketika bertanya. Manik hijau Genta menatap damba, sekaligus takut dengan tatapan tajam seorang Nevan Killian Star, pria berparas tampan yang memiliki status salah satu konglomerat ternama di Dublin.

Alis Nevan terangkat, tatapannya berubah semakin tajam, membuat lawan bicaranya tidak berani membalas tatapannya. "Apa kau tidak tahu aku? Jangan sengaja membuang waktuku Nona," gertaknya rendah, namun cukup membuat Genta menelan ludah, rasa takut tiba-tiba menyeruak karena tatapan tajam dari Nevan.

"Maafkan kami Tuan Nevan," sela pria bertubuh jangkung dengan rambut agak ikal yang disisir ke samping. Andy Xandre, manager pihak hotel Irish saat ini, salah satu bawahan istrinya. Andy menarik lengan Genta pelan untuk mundur, mengisyaratkan jika hal ini pasrahkan saja kepadanya.

"Silahkan langsung masuk saja ke ruangan Tuan Collin lantai paling atas. Anda bisa bertemu dengan sekretarisnya dahulu, sebelum bertemu Tuan Collin," lanjut Andy menjelaskan dengan nada sangat sopan, meskipun rasa gugup merayap dalam tubuhnya. Andy tahu yang dengan siapa berbicara kali ini, salah satu investor terbesar yang menginvestasikan untuk hotel ini. Jangan sampai kelakuan tidak menggenakan terjadi, karena sosok yang dihadapinya ini bukan sembarang orang. Dia bisa menghancurkanmu hanya dengan waktu semalam saja.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang