Part 19

9.1K 290 14
                                        

Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

---

"Astaga, ternyata Nevan memang menikah ya?" guman seorang wanita cantik seraya melihat salah satu postingan berita esklusif di internet. Portal berita khusus yang hanya digunakan untuk para petinggi saja.

"Jeni? Aku pulang malam, karena ada rapat," suara bariton membuat wanita cantik yang sedang duduk santai itu menoleh ke arah pria bertubuh kekar dengan warna kulit tan, yang begitu sexy.

"Terserah kau saja," ujar Jeni datar, dia sangat malas sekali dengan suaminya. Meskipun tampan, tapi sangat suka menyodok lubang ke mana-mana. Sungguh miris, namun dia tidak mau kehilangan segala fasilitas yang diberikan Pablo. Semuanya terasa menyenangkan, meskipun dalam hati terasa menyesakkan.

Pablo menghela napas, lalu pria tegap itu duduk di depan istrinya. "Sampai kapan kita akan begini terus Jeni? Kau selalu menolakku," ucap Pablo dengan ekspresi serius.

Jeni menatap tajam suaminya. "Bukankah kau yang mau seperti ini? Kau selalu bersama pelacur untuk memuaskan nafsumu saja kan!" bentak Jeni sudah tidak tahan lagi dengan Pablo.

Amarah mulai merambah dalam diri Pablo, dengan kasar dia mendorong Jeni hingga terlentang di sofa, membuat wanita itu terkejut. Pria tegap itu menindih tubuh istrinya, membawa kedua tangan Jeni ke atas lalu mencengkeramnya.

"Jangan pernah kau berkata lancang seperti itu Jeni!" bisik Pablo menatap kilat istrinya.

Jeni berusaha menghindar, namun kalah kekuatan dengan Pablo yang memiliki tubuh besar.

"Aku tidak berbicara lancang-" suara Jeni teredam oleh ciuman panas, mulut kurang ajar Pablo, melumat bibir sexy itu tanpa ampun, menghantarkan getaran yang membuat tubuhnya merinding dan berdenyut nyeri.

"Bajingan kau!" Jeni memukul dada bidang suaminya, berani sekali pria ini mencium bibirnya. Tidak sudi sekali tubuhnya disentuh oleh pria keparat seperti Pablo.

Pablo menatap lekat istrinya, ada sesuatu yang membangunkan sisi gairahnya setelah sekian lama tidak pernah menyentuh istrinya.

"Siapa yang kau maksud Jeni? Pria bajingan bernama Nevan itu?" ledek Pablo, menatap sarkas Jeni.

"Apa maksudmu? Lepaskan aku!" bentak Jeni masih dalam posisi di bawah Pablo, jantungnya berdetak kencang ketika Pablo menyebut nama Nevan.

Pablo terkekeh pelan melihat ekspresi istrinya, terkejut sekaligus tidak percaya tentang hubungannya dengan Nevan tercium oleh Pablo. Awalnya dia sangat kecewa, karena dengan perbuatan Jeni. Namun, semua awal Jeni bersikap seperti itu karena dirinya juga, yang selalu bersikap dingin kepada istrinya, ingin segera berpisah dengan istrinya karena mereka pun menikah karena perjodohan. Pablo juga berpura-pura bersikap berengsek, dengan membawa para wanita malam ke rumah. Tetapi, fakta sebenarnya baik Pablo dan setiap wanita yang diajak ke rumahnya tidak melakukan apapun.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang