Part 48[END]

10.9K 272 33
                                        


Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

--

🔞

7 bulan kemudian...

Dalam sebuah rumah tangga tentu saja tidak selamanya selalu bahagia dirasa, terkadang ada percikan api yang membuat sedikit panas di dalam hubungan. Karena pada dasarnya pasangan suami istri adalah sebuah tim. Dan terkadang mau tim sehebat apapun, pasti ada konflik dan pertentangan.

Di situlah, mereka membutuhkan komunikasi yang sehat dan tentu sebelumnya harus sama-sama menurunkan ego masing-masing agar mendapatkan jalan tengahnya. Itulah yang Nevan renungkan selama ini, sejak peristiwa 7 bulan yang lalu, tentang kehamilan istrinya dan pertengkaran yang tidak sengaja terjadi akibat emosi dalam dirinya karena terpicu masa lalu.

Nevan sadar jika dia salah, dan sangat egois jika kala itu membenci Spring dan kehadiran anaknya. Nevan juga sadar jika dalam pernikahan, wanita banyak mengorbankan dirinya demi keluarga. Salah satunya adalah kehamilan, di sinilah dia berperan sebagai suami siaga dan sangat protektif.

Sejak istrinya hamil, Nevan membangun kamar mereka di lantai bawah supaya Spring tidak terlalu lelah jika menggunakan tangga. Tidak sampai itu, Nevan juga membeli alat USG sendiri, dan memanggil dokter kandungan, supaya tidak terlalu pergi ke klinik dan rumah sakit.. Pria itu menepati perkataannya untuk selalu mendampingi istrinya. Seperti sekarang ini, di tengah malam ketika Nevan terjaga dari tidurnya, diam-diam di bawah lampu temaram kamarnya, pria itu membaca banyak artikel di internet tentang 'Bagaimana menjadi Ayah yang baik?', 'Bagaimana menjadi suami siaga?', 'Hal apa yang diperlukan jika istri melahirkan' sembari tangan besarnya mengusap perut buncit sang istri yang terlihat tertidur lelap.

Belakangan ini Nevan sering terbangun, karena istrinya tidak sadar sering bergerak tidak nyenyak akibat perutnya yang besar. Dengan inisiatifnya, pria itu melakukan berbagai hal supaya Spring bisa tidur nyenyak. Mulai dari mengelus perut sampai memijat pelan kaki istrinya yang sedikit bengkak, bahkan terkadang mengompres pergelangan kaki istrinya.

"Hmm," gumam Spring yang tidak sengaja tersadar, dengan mata terkantuk dan sedikit berair, dia melihat suaminya sedang fokus melihat iPad.

"Nev," lirih Spring, membuat Nevan bersigap terduduk tegap. "Ada apa Rose? Kau butuh sesuatu?" rentetan pertanyaan dengan suara lembut Nevan terdengar, pria itu lalu membantu istrinya supaya bangun dan bersender di papan kasur.

Spring menggeleng, "Aku tiba-tiba saja lapar," ucapnya pelan, sekaligus sedikit malu karena sudah tiga kali dia makan tadi.

"Kau ingin makan apa hmm? Aku bangunkan pelayan-"

"Jangan," cegah Spring langsung, karena tidak etis membangunkan pelayan di tengah malam begini. Meskipun mereka semua bekerja untuk keluarga ini, namun ini masih di luar jam kerja dan mereka semua pasti lelah.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang