Part 2

20.9K 710 16
                                        

Happy Read!Sebelum dan sesudah baca usahakan follow akun ini ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!
Sebelum dan sesudah baca usahakan follow akun ini ya. Its mean a lot for me
----

Nevan Killian Star, pria berdarah Irlandia dan Yordania berusia tiga puluh tujuh tahun. Cucu pertama dari konglomerat David Khatler Star, yang mendirikan kerajaan bisnis mulai dari pariwisata, fashion hingga startup yang menguasai sebagian negara Eropa.

Setiap bulan majalah Ekonomi selalu membahas kekayaan dan perkembangan keluarga Nevan. Namun, mengenai orang tua Nevan, kabar burung yang disebar adalah Nevan seorang yatim piatu. David punya seribu cara untuk menutupi berita tentang orang tua Nevan. Dan sampai sekarang pun tidak ada yang tahu sejarah semuanya. Berkat kekuasaan yang ada, keluarga Star bisa membungkam media manapun.

Termasuk Nevan yang digilai wanita-wanita manapun. Tampan, misterius, dan pebisnis sukses. Banyak rumor yang mengatakan jika dia adalah pria yang sangat tertutup dan dingin, sehingga para wanita menjulukinya Prince of Ice.

Susah untuk didekati dan sangat sulit untuk tersenyum. Namun, sikapnya yang begitu dingin justru semakin banyak wanita-wanita yang mengjarnya. Mulai dari artis kelas atas, putri pejabat sampai busnnies women.

Itulah yang Spring dengar dari berbagai sumber, setelah dia sempat mencari-cari informasi mengenai Nevan. Dan sekarang, pria besar nan penuh intimidasi ini berdiri di hadapannya dengan tatapan bak harimau besar yang siap menerkam seekor anak kucing.

"Duduklah Rose," ujar Nevan dalam, sengaja mengubah nama Spring menjadi Rose, karena wanita ini memiliki aroma mawar yang membuat hasratnya berteriak.

Spring melipat bibirnya, gugup karena Nevan memanggilnya Rose dan sejak kapan namanya bisa berubah. "Hmm..Tuan nama saya-"

"Nevan, panggil saja Nevan," sela pria bertubuh gagah nan keras itu. Tangan besarnya menarik  pinggang Spring, hingga membuat wanita bersurai cokelat itu terpekik, lalu jemarinya mengusap pipi mulus Spring. Manik cokelat itu masih menatap Spring dengan tatapan dominan, seolah membayangkan Spring tanpa memakai sehelai benang di tubuhnya.

"Jangan bicara formal padaku, kita akan lebih akrab lagi selanjutnya," titah Nevan dengan mendominasi lalu melepaskan tangannya.

"Jadi Rose, apa yang membuatmu datang ke sini?" lanjutnya bertanya dengan suara serak, membuat tubuh Spring bergidik merinding, belum lagi tatapan intimidasi sang Pangeran misterius nan berbahaya ini begitu mengintimidasi. Kaki jenjangnya dia silangkan, menunjukan betapa kuat dan berkuasa dirinya untuk lebih bisa menekan Spring.

"Saya, ingin minta bantuan Anda, untuk tidak menarik saham anda dari hotel kami, karena rumor yang beredar tentang hotel kami. Maaf sekali jika ini merepotkan anda Tu-Nevan," jelas Spring dengan sedikit terbata, meskipun tidak terlalu kentara. Genggaman tangan pada ujung tasnya semakin kuat, hingga urat-urat biru terlihat.

Manik legam Nevan terus menatap Spring lekat, tatapannya turun ke bibir tipis nan mungil  berwarna merah chery milik Spring yang seketika membuatnya bergairah. Tangan kekarnya mengusap jambangnya seraya berpikir. "Kau tahu, ini tidak gratis Rose," ujar Nevan dengan seringai tipis, tatapan intimidasi.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang