Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
---
"Astaga Killian, ini masih pagi," omel wanita paruh baya dengan wajah teduhnya. Terkejut karena cucu kesayangannya itu membawa seorang wanita cantik, ke rumahnya untuk pertama kalinya. Ini adalah hal yang sangat langka, dan membuat wanita paruh baya itu juga senang. Artinya jika ada wanita yang diajaknya, kemungkinan terbesar dia adalah wanita istimewa. Nevan sendiri merotasikan matanya melihat sikap neneknya yang berlebihan.Spring cepat-cepat merapikan gaun miliknya yang berantakan, hasil perbuatan Nevan.
"Kenapa Grany datang mendadak?" ketus Nevan mengulang pertanyaan.
"Wah, siapa wanita manis ini nak," Ariana Linda, sang nenek tidak menjawab pertanyaan Nevan, melainkan menatap sosok manis yang sedang bersama cucu kesanyangannya.
"Selamat pagi Nyonya Star, saya Spring Rosaline," suara Spring agak gugup, namun dia tetap bersikap sopan dengan tersenyum lembut.
Ariana tersenyum riang menatap Spring. "Oh, sayangku kemarilah. Aku baru tahu jika Killian punya kekasih secantik dirimu," puji Ariana tulus lalu menggandeng Spring keluar.
"Eh-buka"
"Dia calon istriku Grany," celetuk Nevan dingin, kini pria tampan itu sudah memakai jas keluaran terbaru Alexander McQueen, yang membuatnya terlihat gagah.
Ariana terperangah mendengar penuturan Nevan. "Astaga Tuhanku!! kau tidak bercanda kan Kill, kenapa tidak memberi kabar padaku!" riang Ariana menatap cucunya dengan binar. Sedangkan Spring hanya bisa tersenyum tipis, menahan malu yang luar biasa.
"Nantinya, setelah dia menerimaku," ungkap Nevan santai, lalu tatapanya beralih ke arah Spring sambil menyerigai. 'Lebih tepatnya kupaksa untuk menerima'
"Benarkah itu manis?" Ariana bertanya kepada Spring.
"Iya Nyonya Star, maaf jika belum memberi kabar," jawab Spring pelan dan malu.
"Jangan panggil aku Nyonya lagi manis, ayo kita berbicara sambil sarapan," ajak Ariana tidak sadar menggandeng Spring menuju ruang makan. Dan disusul Nevan di belakangnya masih menatap Spring lekat.
"Jadi kau putri Collin Irish ya?" Ariana sempat terkejut jika Spring adalah anak dari pemilik Irish Hotel. Wanita paruh baya itu lalu memotong sandwich tunanya pelan.
"Iya Grany, senang bisa bertemu denganmu," jawab Spring berusaha untuk tidak gugup.
"Jadi, kapan kalian menikah?" Ariana bertanya spontan, hingga membuat Spring melongo.
"Bulan depan," jawab Nevan singkat, sambil memasukkan potongan brokoli ke dalam mulutnya.
Spring tersedak mendengar kalimat Nevan, sehingga sebuah tangan mengelus pelan punggungnya.
"Kau tidak papa manis? Astaga Killian, kau ini selalu saja membuatku terkejut," protes Ariana menatap galak cucu tampannya.
"Aku tidak papa Grany, terima kasih sudah khawatir denganku," sela Spring dengna nada lembut. Meskipun dia masih terkejut dengan keputusan Nevan yang seenaknya saja.