Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
---
Dua minggu kemudian
Hari ini Spring resmi menjadi CEO Tessoro Hotel, dan untuk peresmian akan digelar akhir pekan. Namun, pagi ini wanita bersurai cokelat itu sudah disibukkan oleh beberapa macam tugas yang nantinya akan dia kerjakan. Dimulai dari pengenalan staf yang dilakukan di ruangan khusus rapat, dipandu oleh Ivy Kim, wanita 31 tahun dengan wajah khas Korea campuran Irlandia, tegas namun tetap manis dengan rambut hitam model bob yang berperan sebagai General Manager di sini. Tidak hanya itu, Spring juga sudah mempekerjakan Lisa sebagai sekretarisnya dan kini wanita tembam iu sedang mencatat hal yang penting untuk rapat mereka.
"Jadi Inilah beberapa divisi yang akan menjadi bagian dari Tessoro Nyonya Star, dan saya harap kami bisa bekerja sama dengan Anda demi kesejahteraan Tessoro," jelas Ivy berdiri di dekat papan presentasi, dikelilingi staf penting, mulai staf Manajemen puncak yang termasuk CEO, General Manager hingga bagian Director of Human Reseources, hingga Kepala Departemen. Sebagian dari mereka diambil dari beberapa cabang hotel milik Nevan lainya. Suaminya berkata jika staf yang dipekerjakan di sini sudah berpengalaman, dan Spring tidak perlu khawatir soal itu.
Spring tersenyum lembut, mendengarkan dengan baik penjelasan Ivy meskipun dia merasakan kantuk yang luar biasa. Sudah beberapa hari ini Spring suka sekali tidur, dan anehnya dia tidak suka terlalu minum teh seperti biasa. Padahal ritual minum teh setiap berangkat kerja, akan tetapi pagi ini dia tidak menginginkannya.
"Saya juga mengharapkan kerjasama yang baik dengan para staf di sini. Jika suatu saat saya berbuat salah, tolong ditegur. Jangan takut hanya karena jabatan saya CEO, saya juga ingin berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Tessoro," ungkap Spring dengan tulus. Sebagian dari mereka juga bersyukur, karena sepertinya istri dari sang konglomerat ini wanita yang baik dan tulus.
"Terima kasih untuk perhatiannya Nyonya, demikian rapat untuk hari ini," salam penutup dari Ivy mengudara di ruang rapat, dan akhirnya rapat pertama ini selesai dengan lancar.
--
Spring memasuki ruangan khusus CEO yang berada di lantai paling atas hotel, ruangan yang sudah disiapkan oleh suaminya. Ruangan yang di dominasi putih tulang, dikombinasi warna emas. Ada lukisan abstrak warna emas di belakang kursi kerjanya persis, membuat ruangan menjadi hangat karena ada sentuhan seni di dalamnya. Lampu kristal menggantung apik di atas, menghiasi ruangan ini. Meja panjang warna yang senada dengan dinding ruangan ini, di atas meja ada sebuah buket mawar putih dan kini Spring menambahkan pigura kecil yang berisi foto pernikahannya. Meskipun hanya dia yang mencintai Nevan, setidaknya dia ingin memajang fotonya dengan suami di sini. Salah satunya menjadi penyemangat ketika bekerja.
Wanita bersurai cokelat itu duduk di kursi kebesaranya, badannya terasa lemas dan rasa kantuknya semakin hebat. Spring menekan tombol interkom yang terhubung dengan Lisa.