5 Years Ago
---
"Tuan, nanti sore ada acara di Irish Hotel. Saya sudah konfirmasi kepada pihak hotel." Suara Robin membuatku menghentikan kegiatan menandatangani dokumen. Aku menatap sekretarisku acuh, "Acara apa?" tanyaku, karena aku tidak terlalu suka pesta dan jikalau acaranya masih bisa diwakilkan aku tidak mau datang.
"Acara khusus beberapa investor yang bekerjasama dengan Irish Hotel, dan Anda salah satunya," jelas Robin terdengar sopan di kupingku.
Aku berdecak kesal, karena setelah ini aku berencana untuk beristirahat panjang setelah rapat seminggu yang melelahkan ini. "Apakah aku harus datang?" kutanya sekali lagi, dan aku melihat Robin mengangguk cepat.
"Anda sebaiknya datang Tuan, karena siapa tahu bisa bertemu jodoh," jawab Robin yang langsung kuberikan tatapan tajam. Berani sekali dia menyindirku soal jodoh. Urusan wanita memang tidak begitu penting dalam hidupku, yang ada hanyalah ambisi menjadi sukses dan terus menjadi kaya raya meski semua ini berasal dari Grandpa.
Tapi, jika aku tidak bisa mengelolanya dengan baik, semuanya akan hancur. Dan aku tidak mau itu terjadi, meskipun keluargaku memang memiliki pengaruh karena kekayaan Grandpa yang sudah dia siapkan dari zaman muda dulu. Bagiku lebih baik mati, daripada menjadi miskin. Sudah menjadi rahasia umum jika dengan uang, kita bisa melakukan segalanya. Hampir sepuluh tahun mengelola bisnis Grandpa, aku sudah bertemu ribuan orang dengan berbagai jenis wajah. Manusia memang akan tahu sifat aslinya jika diberi jabatan dan uang. Intinya jika tidak punya power, maka semuanya hanyalah sampah yang tidak berarti sama sekali. Jadi, aku selalu menomorsekiankan urusan pernikahan atau wanita. Kecuali hubunganku dengan Jena, yang memang di sini hanya sebatas teman ranjang.
Tidak munafik jika sebagai seorang pria aku butuh pelampiasan, dan aku juga tidak sembarangan memilih wanita. Meskipun Jena sudah menikah, dan wanita itu duluan yang menggodaku di saat pernikahannya di ambang batas. Namun, Jena bukan juga dari kalangan sembarangan. Selama ini aku dan Jena memang menjalani hubungan sebatas ranjang saja, dan aku sudah mengatur untuk semua media tidak akan pernah bisa menyentuh ranah pribadiku.
"Pergi dari sini sebelum kupecat dirimu," ancamku kepada Robin, dengan kukibaskan tanganku. Wajah Robin langsung terlihat pucat sekaligus terkejut. Namun, pria ini masih berdiri di sampingku."Apa lagi?" geramku begitu rendah, enggan menatapnya.
"Anda datang ke Irish Hotel kan? Tuan Collin sendiri yang menghubungi saya?" Robin bertanya kepadaku begitu pelan dan sopan, memastikan jawabannku yang sebenarnya.
"Iya, aku datang nanti. Sekarang keluar, aku sibuk!" Aku sekedar meliriknya dan kujawab sangat ketus kali ini.
"Baik Tuan, saya permisi." Robin menunduk di hadapannku kemudian meninggalkan ruang kerjaku.
"Tidak bisakah aku santai sejenak saja," keluhku yang memang sangat sedikit stres mengenai pembangunan yang sedikit ada masalah.
---
Sorenya, aku dan Robin pergi ke pesta undangan Tuan Collin, salah satu hotel yang kusuntikan banyak dana karena Irish Hotel punya reputasi yang bagus dalam pelayanan dan fasilitas. Dan kudengar banyak juga wisatawan datang ke sini dan harus membuat janji dahulu jika ingin menginap di sini. Kupandangi sekitar bangunan Irish Hotel, begitu terlihat mewah namun terasa hangat dan cukup menarik.
"Silahkan Tuan." Robin membuka pintu untukku, tidak lupa aku membenarkan jas yang masih sama kukenakan tadi saat ke kantor. Aku memang tidak sempat untuk mengganti pakaian karena tidak sempat. Aku menunggu Robin memberikan kuncinya kepada petugas parkir, lalu pria itu menuntunku untuk sampai ke acara. Kulihat sebagian wanita di sini menatapku penuh minat, apalagi resepsionis berambut blonde tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under His Control [ END]
RomanceBudayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰 21+ "Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku... Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku... Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
![Under His Control [ END]](https://img.wattpad.com/cover/356367996-64-k253205.jpg)