Budayakan Follow dulu sebelum baca ya🥰
21+
"Aku menyukainya ketika tubuhnya bergetar karena rasa takutnya kepadaku...
Aku menikmatinya ketika wajahnya berubah putus asa memohon kepadaku...
Aku menginginkanya dan akan kupastikan dia berada dalam g...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Read!
Jangan lupa Follow akun ini ya:) biar saya semangat memberi kalian hiburan.
---
Malam ini adalah pesta peresmian Tesoro, dan segalanya telah siap sesuai dengan rencana Spring timnya yang banyak melakukan effort untuk acara ini. Meskipun sebagian pesta ini juga ada campur tangan suaminya, karena kemarin menyuruh Robin untuk menyebarkan undangan dan beberapa hal yang penting untuk diurus mengenai acara ini. Namun, sampai saat ini Spring belum bertemu suaminya, rasa tidak nyaman sekaligus sesak melanda di dalam dirinya.
Robin bilang, Nevan sedang melakukan pertemuan bisnis di kota Limerick. Entah kenapa, Spring merasa Nevan semakin jauh dari jangkauannya, dan ini membuatnya serba salah. Spring tadinya tidak mau memikirkan suaminya, namun semakin lama dia bersikap cuek itu membuatnya semakin tersiksa. Padahal kemarin dia bertekad untuk memikirkan dirinya dan buah hati, tapi kini dia teringat suaminya lagi.
Spring sudah terbiasa dengan keberadaan Nevan, apalagi sikapnya yang penuh intimidasi namun tetap memperlakukannya dengan lembut. Sentuhan Nevan yang selalu membuat Spring bergetar, dan tidak sadar dia merasa sudah lekat dengan semua yang ada di dalam pria itu. Bahkan sejak dua hari ini mereka tidak tidur bersama, Spring merasa ada yang kurang dari hidupnya. Tanpa sadar, matanya berkaca-kaca dan membuat wanita itu menggeleng keras.
"Kau tidak boleh seperti ini," ucapnya pada diri sendiri. Wanita itu duduk di depan cermin, di dalam kamar hotel Tesoro. Spring sengaja menyuruh Lisa untuk membuka dua kamar, satunya untuk grandpa dan granny yang akan datang ke sini sebentar lagi.
Suara ketukan lembut, terdengar dari luar pintu. "Nyonya, ini saya Lisa," ucap Lisa dari luar pintu, membuat wanita dengan gaun panjang model sabrina, berwarna putih gading yang membalut tubuhnya yang masih terlihat ramping itu membukakan pintu kamar.
"Maaf Nyonya, Tuan dan Nyonya besar Star sudah menunggu di lantai bawah, dan para tamu juga sudah berdatangan," jelas Lisa menatap bosnya kagum, karena tidak dipungkiri jika Nyonya Spring memiliki kecantikan yang memancarkan kelembutan, sangat cocok dengan Tuan Nevan yag tampan dan maskulin.
"Baiklah, kita pergi sekarang," jawab Spring setelah itu, dia mengambil tas kecil Dior miliknya, kemudian turun ke bawah bersama Lisa.
Suasana pesta peresmian begitu hangat, tamu-tamu yang datang ke sini sebagian adalah investor dan rekan bisnis terdekat keluarga Star. Robin menjelaskan jika suaminya, hanya mengundang tamu-tamu khusus yang dipilih sendiri olehnya. Mulai sekarang, Spring harus mengenal dan mengingat rekan bisnis yang akan berpengaruh untuk hotel ini.
Alunan musik dari sang pianis menyambut dirinya di Ballroom hotel. Para pelayan berseragam juga sibuk menyiapkan wine dan dessert untuk para tamu yang datang ke sini. Spring tidak langsung menyapa para tamu, melainkan menyambut David dan Ariana yang tampak sedang berbincang dengan tamu di sini.