PART 26

7.7K 277 13
                                        


Happy Read!---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!
---

Spring menatap datar kedatangan Anastasia, jika dulu dia berusaha mencari cara supaya dekat dengan sang kakak, mendambakan hubungan yang akrab seperti pada umumnya, kini keinginan itu sudah tidak ada lagi. Semuanya sudah sirna ketika Anastasia sengaja menyatakan cintanya kepada Ben, tepat seminggu setelah Spring mengatakan kepada kakaknya jika dia mencintai Ben. Dari situ, Spring sudah menilai jika kakaknya tidak suka melihat dirinya bahagia. Anastasia tidak cukup merebut perhatian orang tuannya, membuat mereka hanya fokus pada Anastasia, tetapi pria yang dulunya dia cintai pun direbut olehnya.

Dari dulu pula Spring selalu dibuat mengalah, meskipun dia seorang bungsu. Di luar sana banyak yang mengira si bungsu akan selalu dimanja dan dikasihi. Namun, itu tidak berlaku di kehidupannya. Ayah dan Ibunya, selalu membanggakan Anastasia ketika kumpul di suatu pesta atau perkumpulan CEO. Anastasia yang cantik, sopan dan pintar dalam berpenampilan. Begitu kata mereka, yang merupakan partner bisnis orang tuanya.

Spring bukannya tidak suka, dia sayang kepada kakaknya bahkan sangat bangga. Namun, semakin hari Spring merasa tidak pernah dianggap sedikitpun oleh orang tuannya. Padahal, dari dulu Spring selalu mengusahakan segala sesuatu sendirian.

"Malam An. Tidak menyangka kau datang ke sini," sapa Spring dingin, dagu runcingnya sedikit tegak. Wanita bersurai cokelat itu bertekad untuk tidak akan kalah lagi dari Anastasia, karena dia tidak mau terlihat lemah atau mengalah lagi pada kakaknya.

Anastasia menyibak rambut honey blonde yang dia menjuntai ke bawah, menatap adiknya yang terlihat lebih berbeda dari biasannya. "Kau terlihat berbeda Spring," komentarnya lalu tersenyum tipis.

Spring membawa kedua jejaknya mendekati Anastasia, nyaris tidak percaya melihat penampilan Anastasia malam ini. Bagaimana bisa wanita ini memakai slip dress dusty pink, terlihat belahan paha kirinya. Spring bertanya-tanya, apa maksud dari penampilan wanita ini? Bukankah ini aneh? Apa mungkin Anastasia...? Ingin menarik perhatian suaminya?

"Tentu saja, aku terlihat lebih bahagia setelah pernikahan ini," jawabnya santai, manik cokelatnya menatap langsung Anastasia. Spring ingin memancing reaksi Anastasia ketika mendengar jawabannya. Benar dugaannya, kakaknya terlihat mengatupkan bibir, ekspresinya berubah keruh.

"Well, aku turut bahagia mendengarnya. Itu artinya Nevan tidak pura-pura untuk membuatmu bahagia," sarkasnya tidak mau kalah. Rasa tidak suka di raut wajah Anastasia sangat jelas. Wanita bermanik hijau zambrut itu , tanpa tahu malu langsung duduk di sofa, menyilangkan kaki jenjangnya hingga semakin terlihatlah paha mulusnya.

"Jadi, apa maksud kedatanganmu An?" Spring tidak tahan lagi dengan sikap Anastasia, selalu seenaknya sendiri.

"Easy sis, aku ke sini karena merindukanmu," jedanya lalu membuka hand bag CELINE hitam miliknya mengeluarkan kertas tipis yang ternyata undangan pernikahan.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang