PART 32

6.9K 245 12
                                        

Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Happy Read!

---
🔞
"Apa? Jadi, ayah menyuruhku untuk menggantikan Spring?" suara Anastasia sedikit kencang ketika mendengar permintaan dari Ayahnya. Putri sulung Irish itu, kemarin baru saja pulang dari bulan madunya. Namun, hari ini dia berkunjung ke rumah orang tuannya untuk memberikan oleh-oleh dari Hawai. Yah, akhirnya Ben dan Anastasia. Memutuskan untuk memakai hadiah pemberian dari Nevan, yaitu tiket bulan madu secara Cuma-Cuma.

Wanita berambut honey blonde itu ingin menceritakan tentang Hawai kepada ayah dan ibunya. Akan tetapi, bukannya dia yang bercerita melainkan mendapat kejutan dari sang Ayah yang memintanya untuk menggantikan posisi adiknya menjadi General Manager Irish Hotel.

"Ya, kuharap kau mau dan tidak keberatan," jawab Collin duduk di sofa ruang keluarga, menyilangkan satu kakinya ke atas, sambil menyesap wine putih.

"Ibu harap kau berdiskusi dulu dengan suamimu, apalagi kau baru saja menikah," timpal Flora.

Anastasia memijat keningnya, tentu saja dia keberatan karena selama ini dia tidak pernah punya pengalaman bekerja. Hidupnya hanya bersenang-senang dengan memamerkan kecantikan, dan kemewahan saja di media sosial.

"Ayah kan-tahu aku tidak punya pengalaman bekerja!" desis Anastasia kesal. Bekerja adalah hal yang sangat dia hindari, apalagi bekerja hal yang rumit.

"Lagipula, kenapa tiba-tiba kalian meminta permintaan konyol ini?" Anastasia menyipitkan mata curiga ke arah Collin dan Flora.

"Spring mengundurkan diri, karena Nevan baru saja membangunkan  hotel untuk dirinya. Dan dia harus menjadi CEO untuk hotel baru itu," terang Collin datar, lalu menyesap wine dari gelasnya lagi. Pernyataan sang ayah membuat Anastasia menganga, terkejut bukan main dirinya. "Apa ayah bilang? Nevan membangun hotel untuk Spring?" tanya Anastasia sekali lagi, barangkali dia salah mendengar.

Collin mengangguk pelan, menghela napas panjang. "Sepertinya Nevan sangat tergila-gila dengan Spring. Dan tentu saja ini kesempatan bagus untuk kita, dengan begitu Spring bisa membuat suaminya tetap terus memberikan keuntungan untuk bisnis kita," ungkap Collin mengenai rencanannya.

Anastasia menyibakkan rambutnya ke belakang, kesal sekaligus iri sekali dengan saudaranya itu. "Sebenarnya seberapa kaya Nevan? Pria itu juga memberikan hadiah bulan madu padaku liburan ke Hawai. Aku juga tidak menyangka dia juga memiliki saham di beberapa hotel dan resort di sana," papar Anastasia, mengingat betapa mewahnya hotel tempat dia dan Ben menginap. Sebenarnya Anastasia sudah biasa melihat hal yang bersikap mewah, namun waktu di Hawai  kemarin dia melihat hal yang lebih gila. Hotel tempat dia menginap, salah satu hotel termahal di dunia. Anastasia baru tahu setelah, beberapa tamu hotel yang datang adalah kalangan politisi sampai billioner papan atas.

Collin melirik ke arah putrinya, "Sampai dunia hancur pun keluarga Killian tidak akan pernah miskin," sarkas Collin memberikan perumpamaan. Memang benar jika harta Killian tidak bisa dijangkau oleh siapapun, kecuali para elit mungkin.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang