Part 10

14.6K 371 18
                                        

Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

--

Makan malam minggu kemarin berakhir baik-baik saja, meskipun ada sedikit ketegangan di antara Nevan dan Anastasia. Itu karena, Anastasia yang memberikan candaan seputar pernikahan Spring dan Anastasia dijadikan satu.

Namun, semua itu ditentang keras oleh Nevan pastinya. Pria itu tidak akan mau hal yang sangat pribadi disatukan dengan hal lain, meskipun Nevan tahu jika Anastasia akan menjadi iparnya. Di antara kejadian makan malam kemarin, wanita bersurai cokelat itu tidak pernah bisa melupakan sentuhan Nevan, yang luar biasa membuatnya tidak berdaya.

Harusnya Spring bisa melawan, akan tetapi dia semakin terbiasa dengan apa yang Nevan lakukan. Sikap dominasi Nevan membuatnya sedikit kewalahan dan tidak bisa melawan, Spring harus lebih cari tahu lagi bagaimana caranya, agar dia tidak terlalu takut dan tertekan. Sesuatu yang keras harus dihadapkan dengan yang lembut. Spring akan mencoba melakukannya setelah menikah nanti.

"Semoga, pengorbananku bisa membuat bisnis Irish lebih baik," gumam Spring menatap sendu ke arah luar melalui ruangan kantornya. Namun, tidak lama ponselnya berbunyi, yang menandakan ada pesan masuk.

From Nevan:

"Datanglah ke Louis Vuitton Dublin Brown Thomas, saat makan siang nanti. Aku sudah menyewa satu hari untuk kau dan Grany, dan tunggu aku di sana."

Pesan dari Nevan membuat Spring berdebar, sekaligus tidak sabar bertemu Grany. Entahlah, dia merasa nyaman berada di dekat Grany.

'Baiklah, aku akan segera ke sana nanti' jawab Spring segera, karena jika tidak Nevan akan marah. Pria itu paling tidak suka, jika diabaikan.

"Aku harus membuat laporan ini dengan cepat." Spring kemudian mengerjakan pekerjaan yang harus dia selesaikan, agar dia bisa tenang ketika pergi makan siang nanti.

--

Tidak terasa jam makan siang sudah tiba, wanita bersurai cokelat itu kini mematikan iMac nya. Sebelum itu, Spring memperbaiki riasannya yang terlihat tipis sekali. Dengan tangan yang terampil, dia mengoleskan dasar riasan pada kulit wajahnya yang mulus, memberi sentuhan pertama pada lapisan tipis foundation DiOr yang meratakan warna kulit. Setiap sapuan kuas terasa lembut. Matanya yang besar dan berbinar mulai dipertegas dengan sentuhan eyeshadow berwarna lembut, sementara garis tipis eyeliner menambahkan kesan dramatis.

Dengan cermat, dia membentuk alisnya, memberi definisi yang tegas namun tetap natural. Bibirnya, yang tadinya tampak polos, kini dihiasi dengan warna merah muda lembut, memberi kesan segar dan feminin.

"Sudah selesai," gumam Spring yang merasa puas dengan hasil riasannya, jauh lebih segar dan apalagi outfit kantornya hari ini adalah gaun satin tanpa lengan buatan CELINE, dirangkap blazer hitam ZARA, yang tengahnya dihiasi sabu dari CHANNEL, membuat Spring terlihat sangat anggun.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang