Part 22

7.9K 244 1
                                        


Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

---

Goresan suara pena membelah ruangan itu dengan tandas, terlihat Nevan sedang memeriksa dokumen tentang perkembangan gedung apartemen baru yang rencanannya akan dia bangun di salah satu distrik di Dublin yang terkenal, yaitu Ballsbridge. Alasan Nevan memilih distrik ini, karena Ballsbridge adalah salah satu distrik paling bergengsi di Dublin. Terletak di selatan pusat kota, kawasan ini dikenal sebagai area perumahan kelas atas dengan banyak kedutaan besar, hotel mewah, serta restoran dan kafe eksklusif. Dan, karena tidak banyak apartemen di sana, Nevan menggunakan kesempatan ini untuk membangun apartemen di Ballsbridge. Alasan lainnya, karena kawasan ini dihuni oleh orang-orang dari kalangan elit.

Suara ketukan membuat konsentrasi Nevan sedikit terganggu, pria itu melonggarkan dasinya sedikit. "Masuk!" ucapnya dari dalam, lalu memundurkan punggungnya karena sedikit lelah.

"Selamat siang Tuan," sapa Robin, tidak lain sekretaris sekaligus tangan kanan Nevan.

"Katakan!" titahnya, langsung to the point, meneggakan tubuhnya kembali sambil menatap Robin dingin.

Pria tinggi berambut hitam dengan potongan curtain , itu juga menatap datar bosnya.

"Mengenai berita kemarin, saya sudah selidiki dan sudah meminta pihak hacker menghapusnya. Dan benar, sumbernya berasal dari perusahaan cyber milik Pablo Downey," jelas Robin detail dan tenang.

"Permintaan Anda untuk menyebar berita tentang Tuan Pablo juga sudah saya sebar, dan sepertinya masyarakat cukup kaget dengan berita yang tersebar. Anda tahu kan, jika sosok Pablo dikenal pebisnis handal sekaligus suami yang romantis kepada istriny-" suara Robin terjeda ketika ada suara ribut-ribut di depan.

"Tuan Anda tidak bis-"

"Diam kau!!" teriak pria berwajah tegas, dengan wajah memerah yang tak lain adalah Pablo Downy.

Nevan menyerigai, lalu menatap Robin. "Bawa dia kemari," ucap Nevan santai.

Pintu terbuka keras, menunjukan sosok Pablo Downey menatap tajam Nevan.

"Wah, akhirnya kita kedatangan tamu penting," sindir Nevan menatap jemawa Pablo.

"Bajingan kau ya! Selain menjadi murahan, kau juga suka mencari masalah!!" seru Pablo menggebu-gebu, dia kira parter bisnis terbaik. Namun, setelah tahu apa yang dilakukannya di belakang dengan Jeni membuat dirinya tahu jika pria di depannya ini lebih dari brengsek.

Nevan tertawa pelan mendengar kalimat konyol Pablo. "Mencari masalah? Apa kau sedang mabuk?Kau dulu yang memulai Downey," balasnya tenang, pria itu masih duduk di kursi kebesarannya. Robin sendiri berdiri di dekat Nevan, menatap was-was keduannya jika terjadi pertengkaran secara fisik.

"Itu karena kau memang bermain api di belakangku brengsek!!" teriak Pablo tidak terima, mata hijau zambrutnya hampir keluar karena emosi menguasi jiwannya.

"Harusnya kau tidak mengungkit ini, hubunganku dengan Jeni dulu hanya sebatas di ranjang, dan kau tahu karena apa? Dia selalu membicarakan suaminya yang selalu pergi bersama pelacur, tidak peduli dengan dirinya," ungkit Nevan panjang, meskipun dia juga dulu salah. Namun, hubungannya dengan Jeni hanya sebatas itu saja, mereka pun tidak pernah sering melakukan sex bersama.

Napas Pablo tersengat mendengar penuturan Nevan, kepalan tangannya sangat kuat. "Tidak kusangka kau adalah pria kotor dan sampah," sarkas Pablo tidak terima, membuat Nevan tersenyum miring.

"Berkacalah Downey, kau pikir aku tidak tahu jika kau memaksa selingkuhanmu untuk aborsi? Wah, apakah Jeni tahu soal ini? Harusnya kau bersyukur aku tidak menyebarkan aibmu yang ini!" ungkap Nevan menatap tajam Pablo. Nevan tahu hubungan terlarang antara Pablo dengan salah satu model pakaian dalam Victor Secret tiga tahun yang lalu, sampai membuat wanita itu hamil dan Pablo memaksanya untuk aborsi. Sialnya wanita yang bernama Britanny itu dinikahi oleh salah satu politikus di Dublin.

Tubuh Pablo menengang mendengar penuturan Nevan. Bagaimana dia bisa tahu? Padahal Pablo menutupi jejak itu dengan rapih.

"Kau tidak tahu apapun sialan!" bantah Pablo berpura-pura tidak tahu.

"Sudah tahu kebusukanmu, dan kau menolak lupa? Miris sekali," decak Nevan menatap remeh Pablo.

"Enyahlah dari sini, sebelum aku menyebarnya. Kau tahu aku tidak main-main Downey, jauh-jauh dari hidupku dan lebih baik kau perbaiki hubungan pribadimu dengan istrimu sendiri!" lontar Nevan dengan lugas, dia paling tidak suka kehidupannya diusik siapapun. Jika itu terjadi, Nevan tidak akan segan untuk menghancurkan musuhnya sampai titik terendah.

Untuk saat ini Pablo mengalah, dan akhirnya dia keluar dari ruangan Nevan tanpa harus dipaksa. "Kau akan rasakan akibatnya nanti!" ancam Pablo, meninggalkan Nevan yang menatapnya dingin.

Nevan berdecih dengan ancaman kosong Pablo, dia tahu jika pria itu tidak akan berani melawan Nevan Killian Star. Secara kekayaan dan kuasa, Nevan masih yang teratas. Jika memang Pablo berani melakukan tindakan bodoh lagi, itu artinya dia mencari musuh yang salah.
"Pria bodoh!" umpat Nevan mengatai Pablo, kesal karena pria itu pekerjaannya banyak yang tertunda.

Setelah kepergian Pablo, Nevan menatap sekretarisnya. "Suruh Jordan jemput istriku di Hotel Irish!" titahnya cepat, membuat Robin mengangguk patuh lalu meninggalkan Nevan.

---

Jam makan siang sudah tiba, wanita bersurai itu bersiap-siap untuk menunggu kedatangan supir Nevan. Spring mulai membereskan berkas-berkas yang telah dia periksa, tidak lama suara ketukan membuatnya menghentikan kegiatannya. "Masuk saja," ucapnya agak keras, dan ternyata Lunalah yang masuk ke ruangannya.

"Ada apa Luna?" Spring menatap sekretarisnya sambil menompang kedua tangannya di dagu.

"Maaf Nona, ada tamu yang ingin menemui Anda, dia bilang ini sangat penting," ucap Luna menatap tidak enak atasannya, padahal ini jam makan siang.

Spring menatap Luna bingung. "Tamu siapa? Saya tidak ada janji dengan siapapun. Wanita atau Pria?" tanya Spring penasaran.

"Hmm ... wanita Nona, namanya Jeni Downey. Kalau tidak salah dia adalah istri pebisnis dari Pablo Downey," Luna mencoba menjelaskan singkat, karena dia memang tahu jika tamu itu adalah Jeni Downey, di satu sisi sekretaris Spring sangat update perihal media sosial dan segala beritanya.

Alis Spring semakin bertaut, ada masalah apa sampai wanita itu datang ke sini? Bahkan Spring sendiri tidak mengenal sama sekali sosok Jeni Pablo, dia hanya tau sekilas saja jika dia memang istri Pablo. Tetapi yang jadi pertanyaanya, kenapa tiba-tiba ingin menemui dirinya?

"Suruh dia masuk," putus Spring, lalu melirik jam tangan yang sudah menunjukkan angka 12 lebih lima menit. 'Semoga supir Nevan bisa menunggu'

"Baik Nona, saya sekalian belikan kopi untuk Nona Jeni," usul Luna, yang diangguki oleh Spring. Wanita bersurai itu menghela napas panjang, hari ini dia dibuat penasaran oleh dua hal, yaitu hal yang ingin dibicarakan Nevan, dan maksud kedatangan Jeni Downey ke hotelnya.

"Selama siang Nona Spring," sapa Jeni ramah, membuat Spring tersenyum tipis.

"Hallo, silahkan duduk Nona Jeni," balas Spring yang tak kalah ramah, mengajak wanita itu duduk di sofa ruangan kerjannya.

"Maaf, aku menganggu waktu istirahatmu ya," lontar Jeni menatap Spring tidak enak, wanita itu mengigit bibirnya karena gugup. Ini adalah masalah yang harus dia selesaikan, supaya tidak ada kesalahpahaman lagi.

---

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang