EKSTRA CHAPTER 1

8.1K 206 20
                                        


Hallo, ini cuma tambahan ekstra aja ya hehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hallo, ini cuma tambahan ekstra aja ya hehe. Semoga terhibur

Happy Read!

---

Past- Kehamilan Trimester ke-2

--

Memasuki usia kehamilan 20 minggu, Spring sudah tidak terlalu banyak muntah meskipun beberapa kali saja. Nafsu makannya pun bertambah, tapi tetap saja dia mengalami mood swing yang tidak jelas.

Terkadang dia menangis tanpa sebab, namun Nevan selalu ada di sampingnya setiap dia mengeluh. Bahkan pria itu berubah menjadi lebih sabar, meskipun aura dominasinya masih melekat. Dan sejak Spring hamil, Nevan setiap malam selalu mengelus perut Spring atau tidur dengan posisi merendahkan tubuhnya hingga wajahnya tenggelam dalam perut yang sedikit buncit, sembari memeluk dan menciuminya. Kebiasaan itu membuat Spring merasa jika bentuk cinta suaminya adalah tindakan yang menurutnya romantis, dan belum tentu pria lain seperti dirinya. Nevan juga menegaskan agar Spring melakukan cuti sedini mungkin, meskipun tadinya sempat berdebat. Namun, akhirnya wanita itu mengalah dan melakukan pekerjaan dari rumah. Lagipula dia mudah mengantuk dan tiba-tiba saja menginginkan sesuatu yang kadang kala dia sendiri juga bingung.

Seperti tengah malam ini, tubuh Spring bergerak tidak nyaman karena menginginkan sesuatu. Gerakan itu membuat suaminya yang terlelap merasa terusik, lalu membuka matanya yang sempat terpejam.

"Ada apa Rose?" suara serak Nevan membuat Spring melirik ke arah suaminya. Pria itu terbangun, lalu menyalakan lampu tidur tamaram di dekat ranjang tidur.

Manik legamnya yang masih mengantuk, menatap sang istri yang terlihat gelisah menahan sesuatu, "Kau kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Nevan dalam, sekaligus terlihat khawatir. Tangan besarnya mebgusap-usap perut istrinya pelan, takut jika sesuatu terjadi yang tidak diharapkan.

"Aku ..." lirih Spring parau, posisinya masih terlentang sembari menggigit jarinya karena resah oleh sesuatu.

Nevan lalu mendekatkan wajahnya, "Katakan padaku, apa yang membuatmu terusik tengah malam ini? Hmm?" bisiknya lembut, kini satu tangannya mengusap dahi istrinya.

Spring mengenggam tangan suaminya, ekor matanya bergerak gelisah. "Aku ingin makan sesuatu Nev, aku lapar," jawabnya dengan isakan kecil.

"Kau lapar? Ayo kita ke dapur, kau mau apa?" Nevan membantu istrinya bangun, membuatnya bersandar pada dasbor ranjang. Jemarinya menyisir surai cokelat Spring.

"Aku ingin nasi lemak Nev, uh aku sangat menginginkannya," pinta Spring yang entah mengapa dia ingin sekali makan nasi lemak setelah melihat-lihat internet tadi sore.

Mata Nevan yang tadinya mengantuk, kini terbuka lebar karena mendengar permintaan yang terdengar asing di telingannya.

"Nasi lemak? Makanan apa itu?" Nevan mengerutkan alisnya dalam, baru kali ini dia mendengar nama makanan itu. Nasi Lemak? Isinya hanya lemak? Lemak apa tapi? Lemak sapi? Domba?

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang