Part 28

7.8K 277 3
                                        

Happy Read!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Read!

---


"Granny, kau seharusnya tidak perlu datang kemari. Aku dan Rose akan datang minggu depan," sapa Nevan mencium pipi Ariana ketika mereka turun ke bawah setelah gagal melakukan kegiatan panas di kamar tadi.

"Kalau menunggumu datang, bisa sampai tahun depan," sela David yang duduk di sebelah istrinya, menatap cucu tunggalnya sinis.

"Maafkan kami Grandpa, kami akan sering mengunjungi kalian setelah ini," Spring berkata pelan lalu duduk di hadapan kedua pasangan lansia yang semakin mesra itu.

"Manis, ada apa dengan wajahmu? Merah sekali," ujar Ariana menatap cucu menantunya sedikit khawatir.

"Kau apakan cucuku Killian? Jangan macam-macam kau," suara David sedikit keras, membuat Nevan memutar bola matanya.

"Bukan seper-"

"Kami habis berolahraga ranjang Granpa," sela Nevan santai, membuat Spring menganga mendengarnya.

"Nev," peringat Spring pelan, melirik ke arah suaminya yang tidak peduli dengan reaksi istrinya.

"Bagus, kau bisa cepat punya keturunan. Aku tidak sabar," seru Ariana menatap binar keduanya. Tanpa sadar membuat wajah Spring seketika mendung mendengarnya. Mereka tidak tahu, jika Nevan tidak menginginkan hal itu.

"Aku mau merokok keluar," putus Nevan meninggalkan istri dan kedua kakek neneknya di dalam.

Melihat sikap cucunya yang sengaja menghindar, David ikut berdiri. "Aku ikut, mari kita bicara. Tiba-tiba saja aku rindu berdua denganmu. Ayo," ajak David berjalan duluan diikuti Nevan di belakangnya.

Setelah mereka berdua keluar, Ariana mendekati Spring menatap teduh cucu menantunya.

"Apa kau bahagia menikah dengan cucuku? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?" tanya Ariana menatap lekat Spring.

Sedangkan Spring menelan ludah, sebenarnya Nevan benar-benar sangat memanjakan Spring. Namun, wanita itu tidak mau menceritakan bagian di mana Nevan menyuruhnya untuk tetap mengkonsumsi pil KB.

"Bahagia Granny. Sebenarnya, Nevan membuat hotel untukku. Dia memberikan kuasa untukku, supaya bisa memimpin hotel baru nanti. Apakah tidak masalah Granny?" Spring bertanya ragu-ragu, takut jika Ariana menganggapnya wanita yang gila harta.

Binar manik cokelat Ariana terlihat, jemarinya yang mulai keriput mengenggam tangannya.

"Itu berita bagus sayang, jika Nevan sudah ada bertindak seperti itu, artinya dia benar-benar mencitaimu dan mendambamu. Meskipun caranya tidak seperti pada pria umumnya," tutur Ariana lembut.

"Nevan memiliki masa kecil yang, bisa dibilang tidak bahagia," lanjut Ariana, mencoba berani untuk membuka pelan-pelan rahasia yang selama ini dia dan suaminya sembuyikan.

Under His Control [ END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang