Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
Lisa POV🌸
Apa aku tidak salah dengar? Dia benar-benar menantangku barusan?
"Sungguh?" tanyaku, Jennie mengangguk dan membelai tanganku.
"Lekas pulih hm? Selain sikapmu yang semakin baik, aku juga ingin kondisimu semakin membaik. Jangan pikirkan keadaan kita sebelumnya, aku telah memaafkanmu dan melupakannya. Aku sudah putuskan, bahwa aku akan menunggumu hingga kembali. Aku telah memberanikan diri untuk menyampaikan bahwa tidak akan pernah ada cincin di jari manisku, selain dari pemberianmu"
Aku tidak tahu harus mengatakan apa pun lagi, tapi pernahkah kau dilamar dalam keadaan seperti ini?
"Jennie.."
"Ayahku begitu menyukaimu Lisa, dan siapa sangka ternyata dugaan ayah bisa saja benar. Kau orang yang baik, Li"
"Jennie cukup. Kapan aku pulih jika kau terus membuat jantungku tak tenang?"
"Aku ingin memastikan seberapa akuratnya ini" what the..
Jennie mencium bibirku dan menahannya di sana. Dia memejamkan matanya lantas melumat bibirku, tak melupakan belaian di rahang dan leherku. (Jen😳)
Kami berciuman, tanpa peduli seperti apa kondisiku. Jennie melumat bibirku dengan lembut, begitu pun aku padanya.
Bibir Jennie terasa begitu sehat, lembut, kenyal, mungil, dan seksi. Dia membelai pipiku lantas menyudahi ciuman kami.
"Aku tidak salah orang" ucap Jennie sedikit tersenyum. Dia kembali memejamkan matanya dan menarik kepalaku untuk melanjutkan ciuman kami.
"Jennie ayo kita makan si.. Bal" Jisoo memergoki kami yang tengah berciuman. Jennie mendorongku dan merapatkan bibirnya malu-malu.
"Mian" gumam Jennie laun, dia begitu menggemaskan. Ke mana saja kau selama ini Lisa?
Aku mengangguk dan berusaha mengalihkan perhatian Jisoo.
"Ba-bagaimana Jennie? K-kau menemukannya?" kumohon bekerja samalah.
"Eoh, a-aku menemukannya. Apa?" tanya Jennie tanpa suara di akhir.
"Bulu kucing di bibirku, kau menemukannya 'kan?"
"Ahh.. A-aku menemukannya. Tapi sudah terbang tadi, makanya kucari lagi, tapi ternyata tidak ada di area wajahmu. Kau aman sekarang. Oh ya, mau makan apa? Aku dan Jisoo eonni akan mencari menu makan siang untuk kita" kami memang masih sedikit canggung, tapi inilah titik didih pertama di mana buih rasa suka mulai meletup.
"Kita? Kau dan Lisa?" Jisoo semakin merasakan kejanggalan di sana, aku tahu kau mencurigaiku Jisoo. Tapi tidak apa, itu fakta sekarang. Jennie adalah calon istriku, dan aku calon suaminya. Aku pemenangnya, Jisoo.
