Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
❄
Berhari-hari tak menghirup udara bebas, akhirnya Lisa bisa keluar dari rumah sakit hari ini, ia menghirup udara di sekitar taman rumah sakit sebelum supir pribadinya kembali dari bandara.
Jisoo dan Manoban telah terbang menuju Seoul, Korea Selatan. Sementara Jennie memutuskan tinggal bersama Lisa hingga Lisa pulih, demi menjaga juga menemani sang kekasih.
"Kalau masih lama kita gunakan taksi saja hm?" saran Jennie, Lisa masih duduk dengan manis di bangku taman.
"Aku menyukai cuaca hari ini Jennie" ungkapnya dengan mata yang berbinar menatap awan di langit biru.
"Hm, kau menyukainya? Tidak apa-apa menunggu sedikit lagi?"
"Tidak apa-apa Jennie, aku menyukai cuacanya, udaranya, suasananya untuk kesembuhan orang-orang yang mungkin masih dalam masa pemulihan"
"Kalau aku?"
"Tentu saja aku juga sangat menyukaimu" jawab Lisa, menoleh ke arah Jennie.
Jennie tersipu dan menyisir rambut Lisa dengan jemarinya, kemudian membelainya. "Hm.. Hanya suka?"
Lisa berbalik menghadap Jennie, ia genggam kedua tangan kekasihnya dan mengecup punggung tangan mungil itu.
"Aku amat menyukaimu Jennie, dan aku mencintaimu" ucap Lisa, tulus dari hatinya. Jennie mati-matian menahan sikap salah tingkahnya.
"Ekhem, pak supir sudah kembali?" ujar Jennie yang melihat supirnya memberi salam, membantu membawa tas Lisa dan menuju ke mobil.
Lisa tersipu, sebab Jennie tidak memberitahunya bahwa supirnya telah kembali.
"Sudah, nona. Mari tuan, saya bantu" ucap pak supir.
Di dalam mobil, Jennie duduk di samping Lisa sembari memperhatikan jalanan Paris dalam perjalanan pulang dari rumah sakit. Melihat awan putih yang menghiasi langit biru seolah mewakili perasaan hatinya di hari ini, cerah.
"Bagaimana menurutmu? Paris menyenangkan?" tanya Jennie, Lisa menoleh ke arahnya.
"Menyenangkan jika dijelajahi bersamamu"
"Kau masih ingin pergi ke danau?"
"Hm, tidak setelah ada yang lebih menyejukkan dari danau"
"Pak supir dapat mendengarmu, Li" ucap Jennie, pak supir hanya tersenyum menanggapi anak majikannya yang tengah kasmaran.
"Biar saja" jawab Lisa tak peduli.
"Kita pergi bersama, mau? Tapi setelah perbanmu dibuka nanti, setidaknya hingga kau pulih hm?"
"Sungguh?" tanya Lisa dengan semangat.
