32.🔸

3.4K 258 11
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Handphone Jennie berdering begitu mendapatkan panggilan dari nomor ayahnya. Jennie dan Lisa yang sudah bersiap pergi ke panti itu menunda sementara keberangkatan mereka akan panggilan dari nomor Kim Seon Ho.

📲

"Halo ayah?"

"Halo, selamat siang, saya Seorina dari tim medis, ingin menyampaikan bahwa sekarang pasien terdaftar atas nama tuan Kim Seon Ho berada di ruang ICU rumah sakit Gangnam II, melihat dari daftar nomor yang terikat kekeluargaan, kami harap anda bisa menjadi wali dari pasien dengan mendatangi rumah sakit"

Mendengar pernyataan tersebut, Jennie hampir menangis dan menurunkan handphonenya, namun Lisa yang mengerti itu segera meneruskan pembicaraan yang diterima istrinya tadi.

"Iya, silahkan lanjutkan" ucapnya, karena Lisa mendengar pembicaraan melalui telepon tadi di sampingnya.

"Hanya itu yang dapat kami sampaikan sementara ini, dan ditunggu kehadirannya sebagai wali dari pasien. Terima kasih"

"Baik, terima kasih atas informasinya"

"Sama-sama, selamat siang"

"Nee"

🔚

Jennie menangis, Lisa segera memeluknya. Ia tenangkan sebisa mungkin keadaan istrinya, mengusap air matanya dengan lembut, lalu mengecup kepalanya.

"Sayang, aku yakin ayah akan baik-baik saja"

"Tapi ayah masuk ICU hon.. Hiks.. Bagaimana kondisinya sekarang? Aku takut"

"Gwenchana hm? Sekarang kita ke rumah sakit, sementara Jisoo akan mengurus terkait donasi ke panti, kau tidak harus memikirkan apa pun, sekarang kita ke rumah sakit hm? Aku kabari mama papa juga"

Jennie mengangguk, memeluk suaminya erat. Terbayang kembali kilas mencekam di mana masa yang membuatnya terpaksa menahan luka paling menyakitkan saat ditinggal ibunya. Tak ingin, Jennie tak lagi ingin kembali merasakan keadaan itu, hingga trauma kehilangan pun Jennie rasakan sedalam-dalamnya rasa ketakutan.

###

Jisoo pergi ke panti asuhan atas dasar titah dari atasannya. Ia dibekali dengan satu truk mobil berisi alat tulis sekolah, dan satu truk lagi yang berisi makanan serta permen susu favorit Lisa.

Suasana tawa riang bahagia menyambut Jisoo yang membuatnya mengingat kembali masa kecilnya. Jisoo tersenyum haru, menyaksikan kebahagiaan anak-anak di panti asuhan.

"Ya Tuhan, terima kasih banyak atas segala kemurahan nona ini" ucap salah satu pengurus di panti.

"Ahm, aniya ibu. Ini bukan dari saya, melainkan dari tuan Lalisa Manoban, CEO CLOUD Internasional. Saya kemari hanya sebagai utusannya untuk menyampaikan semua ini agar anak-anak menerimanya dengan senang. Oh iya, ini juga ada uang tunai yang bisa ibu gunakan untuk biaya sekolah anak-anak, dan tuan saya menyampaikan sesuatu melaluinya, seperti ini katanya, walau uangnya tidak besar, saya harap saya bisa mendonasikan sebagian kecil dari harta saya setiap bulan untuk biaya anak-anak sekolah. Begitu ibu"

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang