Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
Jennie POV🌼
Cuaca hangat membuatku ingin mengajak si kecil jalan-jalan. Walaupun hanya di sekitar halaman rumah, aku tetap menyukainya, karena suamiku juga terus merangkul dan memanjakan kami.
"Mau pulang kapan hm? Atau masih mau menginap di sini?"
"Hm.. Boleh honey. Aku yakin mama papa juga masih merindukan kita"
"Benar sayang, nanti aku izin lagi pada ayah ya? Kita akan menginap lagi"
"Heem sayang"
Sebenarnya aku sudah menjadi milik suamiku begitu tanggung jawab dan segala hal berpindah pada Lisa pada saat janji suci kami ucapkan. Tapi aku merasa tanggung jawabku sebagai anak belum sepenuhnya terpenuhi pada ayah. Meskipun ayah selalu mengingatkanku untuk memilih prioritas utamaku adalah suami, tapi aku tetap tidak bisa mengabaikan ayah, terlebih mengingat bagaimana kondisinya sekarang.
Tapi di sisi lain, mama dan papa dari suamiku telah memberikan begitu banyak kebaikan juga hadiah yang tidak bisa aku dan suamiku balas. Aku jadi merasa harus memenuhi tugasku sebagai seorang istri juga menantu sekarang, di mana aku akan ikut di mana pun suamiku tinggal. Dan kemungkinan beberapa rumah yang akan kami kunjungi nanti di sekitar Gangnam akan menjadi salah satu tempat tinggal kami.
"Ahm, hon?"
"Iya sayang? Ada yang ingin kau katakan? Atau kau menginginkan sesuatu?" Bagaimana mungkin aku tidak merasa beruntung menikahinya?
"Soal tempat tinggal"
"Heem baik, aku akan mendengarkannya sayang. Katakan hm?" Lisa begitu lembut padaku. Selama kami menikah belum pernah ada satu kalimat pun yang menyakiti hatiku, dia amat sangat mencintaiku, begitu pun aku padanya, itu yang kurasa.
"Apa sebaiknya kita tinggal di salah satu rumah yang dipilihkan?"
"Ahm, kalau menurutku begini, aku ingin kau yang memilihnya sayang, mau di mana pun asal kau dan baby kita merasa nyaman, aku akan menyetujuinya"
"Aku merasa tidak enak pada papa mama, hon. Mereka telah banyak memberi kita kenyamanan juga hal yang mungkin sulit kita bayar dengan nominal. Aku merasa mereka begitu mencintai kita terutama baby kita, jadi aku memutuskan untuk memilih salah satu rumah yang berada di Gangnam"
"Sayang, aku tidak ingin ucapan papa mama membebanimu, jadi kau tidak harus merasa tidak enak dan lain sebagainya, karena selama kita bersama, di mana pun aku merasa damai tinggal bersamamu"
"Aku sudah memutuskan hon, kita tinggal di rumah yang tak jauh dari rumah papa mama, dan juga rumah ayah. Jadi kita bisa mengunjungi mereka setiap pekan, setiap kita rindu"
"Aku setuju, nanti kita datangi beberapa rumah itu hm?"
"Gomawo honey"
