Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
Jennie POV🌼
Kami kembali ke apartemen setelah Lisa menyusulku ke cafe yang tak jauh dari apartemennya. Meskipun hanya butuh waktu lima menit bagi Lisa untuk menemuiku tadi, namun tetap saja aku tidak ingin dia keluar sendirian saat kepalanya masih dibalut perban. Itu membuatku khawatir.
Saat ini Lisa sedang menonton televisi, acara kartun favoritnya. Kukira orang seperti dia tidak suka film karakter seperti animasi, ternyata pribadi Lisa benar-benar memiliki banyak kejutan yang masih tersembunyi yang belum sepenuhnya aku ketahui. Aku akan membersamainya untuk menemukan lebih banyak lagi bagian yang dia suka selain aku, hihi..
"Ahm, Li?"
"Iya sayang?" Ketika dia memanggilku dengan panggilan sayang, entah kenapa rasanya begitu berbeda dari panggilan sayang ayah, mama Ji Eun, dan mendiang ibuku sewaktu masih ada.
"Hm.. Sudah minum obat?" tanyaku mendekatinya, kulihat obatnya belum berkurang pagi ini.
"Oh iya, aku lupa sayang. Tadi begitu selesai sarapan, aku menyusulmu ke cafe. Mian" Lupa minum obat saja dia meminta maaf padaku? Hm.. Lisa.
"Gwenchana, sekarang minum obatmu dulu em? Aku siapkan makan siang kita"
"Kenapa harus memasak? Tidak mau membeli saja agar lebih praktis?"
"Kau tidak suka masakanku? Kalau begitu kau boleh memesan sesuai yang kau mau"
"Aniya, tidak begitu sayangku" Dia berdiri menghampiriku, lantas memelukku dari depan. "Tidak seperti itu, Jennie. Aku sangat menyukai masakanmu, tapi aku tidak ingin kau merasa lelah dan repot karena harus melakukan itu untukku. Aku bukan menginginkan kehadiranmu sebagai pelayan, tapi sebagai pendampingku" Aku akan menguji kesabarannya. Apakah dia mampu bertahan dengan sikapku yang lainnya? Apakah Lisa tetap akan menjadi tipe soft spoken meskipun sikapku berubah?
"Memangnya apa yang salah dengan memasak? Banyak pasangan di Korea yang memasak sambil berkencan. Bahkan mereka lebih memilih untuk memakan masakan pasangannya daripada membeli di restoran. Katakan saja kalau masakanku tidak enak, Li"
"Arasseo kita masak hm? Mianhae, mian Jennieku, mianhae sayang" Dia mengeratkan pelukannya, hihi..
"Tidak, moodku sudah turun untuk memasak. Beli saja, lebih praktis"
"Ah mian, mian sayang. Bahan di kulkas habis, sampai aku tidak mau merepotkanmu"
"Iya beli saja. Lagi pula aku tidak mood memasak"
"Jennie.." Pelukannya semakin erat, terdengar suaranya yang menurun seakan akan ia segera menangis dengan manja.
"Ho~ sayang.. Hm.. Aku mengerti maksudmu. Tapi jika kita bisa memasak makanan yang lebih sehat dengan cara memasak sendiri, kenapa harus memesan di restoran yang dapurnya tidak kita ketahui? Begini saja, aku pesan bahannya di online, setelah tiba kita buat makan siang hm?"
