31.🔹

3.4K 257 8
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Jennie keluar dari kamar mandi, memakai bathrobe putih dan berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Belum sampai Jennie ke meja rias di kamar suaminya, langkahnya terhenti begitu mendengar pertanyaan random dari suaminya.

"Sayang? Susunya harus aku apakan ya?"

Mendengar pertanyaan itu, Jennie menutup kedua payudaranya, lantas menoleh tajam ke arah Lisa. "Maksudmu?"

"Ini.. Permen susu di lemari, sebaiknya aku apakan ya? Aku sudah tidak mengonsumsi mereka lagi, karena kehadiranmu mengalahkan segalanya, bahkan ketergantunganku pada permen susu"

"Ahh, itu.. Em, bagaimana kalau kita bawa ke panti asuhan saja? Aku tahu satu panti di mana aku mengenal salah satu pegawai di sana, kurasa permen itu akan lebih bermanfaat untuk anak-anak di sana. Bagaimana sayang?"

Lisa menghampiri Jennie, lalu mengambil hair dryer untuk membantu istrinya mengeringkan rambut yang setengah basah.

"Ide bagus sayang, aku setuju. Besok kita ke panti kenalanmu hm?" tanya Lisa dengan mengecup pipi istrinya, Jennie mengangguk dengan senyuman manis, lalu membalas kecupan suaminya pada rahang Manoban.

"Besok tidak ada jadwal hm? Kita mungkin bisa menghabiskan waktu beberapa jam di sana"

"Tidak apa, Jisoo bisa mengatasi semuanya. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu selamanya"

"Manisnya, aku bisa diabet kalau terus kau gombali seperti ini hm?"

"Mmmmwachh.. Aku sangat mencintaimu Jennie"

"Aku juga sayang" Jennie berbalik setelah Lisa menyisir rambutnya yang mulai kering, ia kecup bibir tebal Manoban dan membuka bathrobenya sebagai appetizer malam ini.

Dengan ramah Lisa memagut bibir ranum Jennie, memangkunya hingga memindahkannya ke atas tempat tidur, merebahkan Jennie dengan ciuman mautnya hingga Jennie mulai ketagihan di sana.

Jennie menyibakkan bathrobenya untuk memamerkan kedua melon premiumnya pada Lisa. Tanpa pikir panjang Lisa segera memetik melonnya dan memijatnya dengan lembut.

Sesekali Jennie menghela napas, mengambil tambahan udara untuk mengimbangi deru jantungnya yang kian mengencang bak diserang terpaan hasrat dari Lalisa.

Ciuman Lisa mulai menyisir ke arah bawah, menurun mengecupi area wajah, leher, dada hingga tiba di tempat favoritnya, buah istimewa yang hanya tersedia untuk dirinya.

Jennie mengerang merasakan sapaan Lalisa. Sejak pulang dari Paris, ini adalah permainan pertama mereka dalam kamar Lisa.

"Aaakhhh... Hon.."

"Mmhh.." si jangkung fokus di playgroundnya, menjilat, mengecup, mengecap, mengitari area pucuknya hingga menggigitinya dengan gemas.

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang