29.🔹

3.8K 273 20
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Sepasang mata terbuka dalam pelukan seseorang yang paling dicintainya. Dengan lembut jemari mungilnya membelai pipi sang suami, bibirnya mengecup pipi.

"Selamat pagi suamiku, nyenyaknya" sapanya, lantas melepas laun pelukan Lalisa, dan beranjak dari ranjang kamar suaminya.

Niat hati Jennie ingin membuatkan sarapan, namun ketika ia turun dari kamar suaminya, di bawah sana meja makan telah penuh oleh menu sarapan, juga 4 orang pelayan serta 3 orang koki yang siap melayani berbagai macam jenis makanan yang diinginkan.

Jennie menggelengkan kepalanya, ia mengucek matanya lalu kembali ke kamar di mana Lisa sedang duduk di ranjangnya sembari menatap lantai, terdiam.

"Sayang? Sudah bangun?"

"Ahm, jeon ancim istriku. Bagaimana tidurmu hm?"

"Aku nyenyak, sayang. Ahm, ada yang ingin aku tanyakan" ucap Jennie, semakin mendekati suaminya, lantas Lisa membuka kedua tangannya untuk memeluk Jennie.

"Hmh... Tanyakan saja sayangku" jawabnya dengan mata yang kembali memejam, menghirup aroma terapi pada dada Jennie.

"Hm.. Kalau masih mengantuk, tidak apa tidur lagi em? Bukannya kita masih cuti?"

"Tidak, aku hanya sedang menghirup aroma favoritku. Tadi ingin menanyakan apa sayang?"

"Ahm itu hon, di bawah"

"Kenapa di bawah? Kau mau di bawah? Atau aku yang di bawah?"

"Ish, Li.." Jennie mencubit pipi Lisa, namun Lisa menarik tangan Jennie dan mengecupnya.

"Bercanda sayangku. Katakan, apa yang ingin kau tanyakan, di bawah? Kenapa di bawah?"

"Di bawah akan ada acara makan keluarga lagi? Ada banyak pelayan dan koki di meja makan keluarga"

"Oh.. Tidak, sayang. Itu pelayan yang biasa bekerja di rumah untuk kita, kau baru melihatnya rupanya. Apa lagi yang ingin kau tanyakan hm?" tanya Lisa, kembali mendusel gemas pelukannya.

"Ahm, untuk kita? Sebanyak itu?"

"Mama takut menantunya tidak menyukai menu yang tersedia di meja, jadi disediakan koki agar menantunya bisa menikmati makanan yang diinginkan. Kau mau makan apa hm? Biar nanti koki di bawah yang memasaknya untukmu"

"Astaga hon, bukannya itu berlebihan? Aku justru ingin memasak untukmu, ingin membuatkan sarapan, memasak bersama, membuat kopi untukmu, membuatkan bekal apabila nanti kita sudah kembali bekerja"

"Hm.. Aku tidak ingin merepotkanmu istriku. Aku ingin kau hanya duduk manis dan merawat cinta kita saja. Soal urusan itu, aku bisa menyediakan fasilitas terbaik untukmu"

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang