37.🔹

3K 237 13
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Gangnam Severance Hospital.

Jennie sudah berada di dalam ruang naratetama. Begitu kedua matanya terbuka, tangan Lisa tengah menggenggam tangan Jennie, sembari mengecupnya sesekali hingga pada akhirnya Lisa menyadari istrinya telah siuman.

"Sayang? Ahh syukurlah kau sudah sadar, aku mengkhawatirkanmu dan buah hati kita"

"Buah hati? Maksudmu?"

"Ya, kau hamil sayang, kau sedang mengandung buah hati kita. Ya Tuhan.. Aku berjanji, aku akan menjagamu sebaik mungkin hm? Dokter mengatakan padaku agar pikiran serta batinmu selalu diperhatikan, tidak boleh stress.." terlanjur bahagia karena berita tersebut, Jennie menghentikan ucapan suaminya dan meminta Lisa untuk diam sejenak.

"Sayang diam. Maksudmu aku sedang hamil? Mengandung anak kita? Kau serius?"

"Iya sayang, kau senang 'kan? Aku janji akan membahagiakanmu"

"Kau bercanda, bertanya apa aku senang?"

"Ahm, memangnya kenapa sayang? Kau tidak.."

"Aniya hon, aku sangat sangat bahagia. Aku sangat bahagia sayang, gomawo.. Baby gomawo.. Sudah hadir di sini" Jennie menangis bahagia, ia belai perutnya disertai genggaman Lisa.

"Chukkae Jennie, aku sangat senang mendengar beritanya" Jisoo ikut mengucapkan ucapan selamat pada istri dari bosnya.

"Gomawo eonni"

"Jadi kau diam terus sejak tadi karena bawaan bayi kita? Ho.. Anak daddy"

"Bodohnya Lisa, malah dibahas kembali" gumam Jisoo dan melipir keluar ruangan.

"Yak, aku benar-benar tidak menyukaimu tadi! Aku diam karena aku marah Lisa, apa kau tidak mengerti?" Jennie menjewer telinga suaminya, begitu mengingat kejadian setelah dinner tadi.

"A-a.. Sakit sayang, mian mian.. Iya aku akan memperbaiki kesalahanku, tapi katakan padaku hm? Mian.. Lepas dulu ini, sakit sekali"

"Lihatlah nak, kelakuan ayahmu, dia sangat menyebalkan"

"Ya Tuhan. Sekarang katakan hm? Apa yang sudah kuperbuat hingga membuat bumilku ini marah?"

"Kau memperhatikan wanita lain. Aku benci itu"

"Hah? Kapan? Siapa? Aku hanya memperhatikanmu istriku"

"Tadi, saat para tamu berpamitan, kau hendak menangkap Rose yang terpeleset. Di sana ada ayahnya, ada ibunya juga, dan aku istrimu!"

"Astaga sayang, baiklah baiklah, itu kesalahanku. Apa lagi yang tidak boleh aku lakukan hm? Aku tidak akan membatasi permintaanmu. Apa lagi yang tidak kau suka?"

"Aku tidak suka jika kau dekat dengan wanita lain, apalagi memperhatikan wanita lain, berbicara dengan wanita lain, menyebut nama wanita lain, melihat wanita lain, aku tidak suka!"

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang