34.🔸

3.1K 249 14
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Jennie POV🌼

Ayah telah diperbolehkan untuk kembali ke rumah. Sesuai janjiku pada ayah, dan atas izinku pada suamiku Lalisa, sementara kami akan tinggal di rumah ayah, hingga ayah benar-benar pulih seperti sediakala. Aku akan menemani ayah kemoterapi setiap jadwalnya, aku janji.

Karena sebelumnya kamarku tidak kuubah sedikit pun bahkan saat aku dan Lisa sudah menikah di Paris, semuanya masih terlihat sama dan utuh, kamarku masih terasa hangat begitu aku memasukinya.

Lisa masih di bawah, tengah mengobrol dengan ayah, entah apa yang saat ini mereka bicarakan, karena aku sedang membantu bibi merapikan lagi kamarku yang akan aku dan Lisa tempati sementara tinggal di sini.

Tidak banyak yang kusiapkan, bibi menggantikan bedcover dan semua yang berhubungan dengan kain, sedangkan aku menyiapkan beberapa barang coupleku dengan suamiku.

Sebenarnya Lisa itu orang yang simpel. Dia tidak neko-neko dan menuruti segala saran manis yang aku inginkan. Seperti halnya ketika aku menginginkan warna sikat gigi kami sesuai dengan warna favoritku, Lisa menyetujuinya. Namun ketika aku sulit menentukan modelnya, Lisa yang memberikan saran padaku akan mengambil yang ternyaman bagiku, karena yang terbagus belum tentu yang terbaik, itu ucap suamiku.

Setelah ini aku akan kembali turun untuk menghampiri suamiku yang masih di bawah bersama ayah.

###

Belum lama aku selesai, Lisa mengetuk pintu kamar dan segera kubuka bajuku, maksudku pintu kamarku.

Menyambut Lisa dengan full naked, aniya, full senyum maksudnya.

"Sudah selesai sayang mengobrolnya?"

"Hm.. Sudah, sayang"

"Ini kamar kita hon, semoga kau betah tidur di sini denganku"

"Bagaimana tidak? Di mana pun aku akan merasa nyaman selagi bersamamu Jennie" Pelukan hangat Lisa mulai menyelimutiku.

"Hm.. Gomawo honey. Hanya sementara, sampai ayah pulih, aku janji akan ikut denganmu kalau ayah sudah pulih, tapi izinkan aku untuk menemani ayah begitu kemoterapi ya? Please"

"Tentu sayang, sudah seharusnya kita yang menemani ayah"

"Aku hanya tidak enak pada mama yang menangisi kepindahan kita"

"Jangan dipikirkan, mama memang selalu begitu"

Jujur saja aku merasa tidak enak saat mama Ji Eun menangisi kepindahanku dan Lisa kemari. Mama bahkan tidak ikut mengantarkan kami dan lebih memilih menghindari kepergian kami dari rumah. Mama Ji Eun bilang, itu demi keikhlasan mama melepas kami. Sesayang itu mama padaku, sampai aku merasa memiliki sosok ibu lagi dalam hidupku.

"Mama tidak marah padaku 'kan hon?"

"Tidak mungkin mama marah sayangku, mama hanya sangat menyayangimu"

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang