Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
❄
Bersyukurlah keduanya, begitu dokter menyampaikan bahwa luka di kepala Lisa telah sembuh dan perbannya sudah bisa dilepaskan.
Pemeriksaan selesai, pelepasan perban Lisa juga telah selesai. Pada bagian samping kepala Lisa, sebuah bekas luka tampak mengganggunya. Beberapa kali Lisa terlihat menyentuh bekas lukanya, dan Jennie memperhatikan itu saat keduanya berjalan menuju parkiran. Dua orang bodyguard penjaga Jennie dan Lisa mengikuti langkah mereka sembari terus waspada.
"Tidak apa-apa sayang, nanti juga hilang. Dokter juga memberikan salep ini, tidak lama lagi lukanya akan hilang. Keokjeongma hm?" ucap Jennie, ia masuk ke dalam mobil, begitu pula dengan Lisa.
"Bukan begitu sayang, aku hanya memikirkan sesuatu"
"Apa yang membuatmu memikirkan itu sampai membebanimu hm?" Jennie genggam tangan Lisa, dan mengusap punggung tangannya.
"Sekarang aku masih selamat dengan luka ini. Apa nanti akan ada luka yang lebih parah dari ini?"
"Jangan berpikir begitu sayang. Kita akan saling menjaga agar kecelakaan lebih dapat kita hindari. Jangan pikirkan itu, dan mari cepat pulih" Jennie peluk Lisa yang juga memeluknya. Lisa kecup kepala Jennie dan menggenggam tangannya usai memeluk.
"Terima kasih hm? Terima kasih karena kau selalu mendukungku sayang"
"Sama-sama sayang. Emh, seperti janjiku padamu waktu itu, setelah perbanmu dilepas, aku akan menemanimu ke suatu tempat yang di mana di sana terdapat sebuah danau. Dulu, ayah sering mengajakku ke sana bersama ibu saat kami berkunjung ke kemari. Rasanya seperti aku menjadi anak paling bahagia di dunia waktu itu. Kami menikmati pemandangan indah di sana, udara sejuk yang membuat pikiran semakin tenang dan bahagia. Namun setelah ibu meninggalkan kami, aku tidak lagi mau mendatangi danau itu, karena kenangannya yang menyakitkan"
"Lalu kenapa kau ingin mengajakku ke sana sayang? Kita tidak harus ke sana jika kenangan itu akan menyayat hatimu. Aku sudah merasa bahagia dengan hanya berada di sampingmu"
"Aniya. Aku akan mengukir kenangan manis lainnya dengan menambahkanmu sebagai orang yang kucintai setelah kepergian ibu. Aku ingin saat kita ke sana, dan menjadikan tempat itu sebagai saksi betapa bahagianya kita menjalani hubungan ini"
"Tapi bagaimana dengan kenanganmu yang menyakitkan? Datang ke sana tidak membuat dirimu trauma?"
"Tidak, aku datang bersama kebahagiaanku dan ibu harus tahu itu"
"Hm.. Sepulang dari Paris, tolong pertemukan aku dengan ibumu sebelum kita menikah hm?"
"Em, aku akan membawamu ke tempat ibu nanti"
"Terima kasih sayang" Lisa peluk Jennie, dan tersenyum tanpa melepaskan genggamannya. "Oh ya, apa kita bisa camping di area danau itu?"
