Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
Jennie POV🌼
Ini adalah malam terakhir aku dengan Lisa tidur bersama sebelum kami kembali ke Seoul besok pagi. Lisa mengajakku berkemas usai kembali dari perkemahan, dengan bantuan dua bodyguard dan satu orang supir pribadinya, kami membereskan barang-barang serta pakaian kami agar tidak ada yang tertinggal. Jadi tugasku hanya mengemas bagian underwear saja, tanpa melupakan mana saja yang tidak boleh tertinggal.
Lisa mengatakan padaku, jika nanti kami kembali ke Paris, apartemen ini tetap menjadi tempat bagi kami istirahat saat berkunjung. Aku pun mensyukurinya karena mungkin nanti kami bisa menginap lebih lama setelah menjadi pasangan yang sah.
Lisa juga bercerita padaku sebelumnya, bahwa ayahku baru saja selesai kemoterapi saat menelpon kami tadi sore. Aku lupa kalau ayah sudah berterus-terang tentang kondisinya kepadaku, sampai-sampai keinginannya yang beliau anggap sebagai gurauan, aku pun ingin mengabulkannya untuk ayah.
Semoga, dan semoga saja, kami pulang bertiga saat kembali ke Korea, aku, Lisa, dan buah hati kami, yang artinya cucu untuk ayah, papa, dan mama.
Tapi apa mungkin hanya sekali percobaan saja akan langsung tertanam dengan sempurna? Apa aku perlu menyiramnya lagi dengan bibit Lisa? Aku benar-benar ingin mengabulkan keinginan ayah.
"Sayang?" panggilku, Lisa terlihat memejamkan mata sembari memelukku. Kami tengah beristirahat usai membereskan barang-barang.
"Hm? Iya sayang?" ternyata dia belum tidur, bibirnya hangat mengecup lembut dahiku.
"Belum tidur?"
"Belum sayangku, ada apa? Katakan padaku apa yang kau pikirkan hingga mengganggu kepala yang manis ini hm? Mmmm..." Lisa kembali mengecup dahiku, membelai kepalaku dan menatapku sekarang.
Bagaimana cara memulainya? Apa aku harus langsung membuat juniornya terbangun? Atau aku cium saja dia dengan nafsu? Ah tapi itu terlalu hyper Jennie!
"Ahm, aniya, selamat istirahat hm? Wuv you honey" Aku terlalu gugup untuk memulainya, Lisa kembali memelukku dan mengecup bibirku, dia juga mengecup hidungku, kemudian dahiku.
"Ada apa hm? Katakan padaku. Apa pun itu, aku akan mendengarnya"
"Aniya sayang, aku hanya ingin mengecup.."
"Silahkan kecup aku sesuka hatimu sayang"
"Maksudku, mengecupnya" Aku harus berani, demi ayah!
"Mengecup siapa? Ada orang lain yang kau sukai selain aku?"
"Li, dia! Teman kecilmu" Ah shit! Lisa bisa loading juga di saat harga diriku sudah kuturunkan semurah ini.
Dia terlihat mengejekku, ekspresi menyebalkannya keluar begitu aku sudah jujur. Ah Lisa, awas ya!
"Bagaimana? Teman kecilku? Siapa? Seokjin hyung? Jungkook? Mingyu?"
