41.🔹

2.3K 181 11
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Mansion Manoban. (Mansion? Istana mungkin, kerajaan apa🤑)

"Pa, mama jadi rindu Lisa dan Jennie, sedang apa ya mereka sekarang?" ucap Ji Eun, istri dari konglomerat terkaya itu tengah membahas kerinduannya kepada sang anak juga menantunya.

Mendengar hal itu seperti mengganggu kenikmatan istrinya di malam hari, Manoban pun segera menghubungi Lisa melalui chat.

"Kalau dipikir-pikir, mereka sudah lama juga belum berkunjung kemari setelah menikah. Mama jadi iri pada besan kita yang bisa tinggal dengan mereka. Pa, kalau bisa mama ingin mereka tinggal di sini lagi pa. Coba papa bujuk Lisa, papa pasti bisa bicarakan itu pada anak kita, karena Lisa sangat patuh pada papa" ungkap Ji Eun, pelukannya mengerat meminta Manoban menuruti harapannya.

Manoban menyimpan handphonenya dan segera memeluk Ji Eun, lalu meneguk segelas air.

"Nanti papa coba bicarakan pada Lisa. Tapi ingat ya ma, papa tidak akan memaksa Lisa lagi, karena bagaimana pun sekarang anak kita sudah berkeluarga, tidak bisa kita perintah sesuka hati kita lagi hm? Jadi mama harus sabar, siapa tahu Lisa mau tinggal di sini nanti. Padahal sudah ada 10 rumah yang papa siapkan untuk mereka, beberapa ada yang tidak jauh juga dari rumah kita, semoga saja mereka berkenan untuk tinggal di rumah yang telah papa siapkan"

"Semoga ya pa, jadi nanti mama tidak perlu menahan rindu seperti ini, karena rumah besan kita itu jauh dari rumah kita"

"Kalau begitu nanti kita berkunjung ke rumah besan kita ya ma?"

"Iya pa, mama rindu"

"Ya sudah, sekarang mama tidur, besok kita temui mereka"

"Iya pa"

###

Pukul 22.30

Lisa dan Jennie baru saja tiba di depan pintu rumah Manoban. Tak ingin membuat keributan pada kedua orang tuanya yang mungkin sudah tidur, Lisa meminta para penjaga di rumahnya untuk menutup mulut mereka dan merahasiakan kedatangannya bersama sang istri.

"Kenapa hon?" tanya Jennie yang merasa heran pada suaminya.

"Tidak apa sayang, aku hanya tidak ingin mereka berisik. Kita langsung ke kamar dan istirahat hm? Babynya daddy pasti sudah merasa lelah dan ingin daddy peluk" ucapnya sembari membelai baby bump Jennie.

Jennie mengangguk setuju, ia memeluk lengan suaminya yang sedari tadi merangkul dan membelai perutnya.

"Tidak ada indikasi mual 'kan sayang?"

Jennie menggelengkan kepalanya dan semakin memeluk suaminya dengan manja. "Aku ingin kau mengunjunginya malam ini" rengeknya terdengar meminta, Lisa tersenyum dan membawanya menaiki lift menuju ke kamarnya.

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang