Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
🍁
Satu musim berlalu.
Lisa berkunjung ke sel tahanan yang ditempati oleh Mingyu. Ia membuat sebuah kunjungan di balik skat kaca yang hanya membuat mereka berkomunikasi tanpa sentuhan.
Mingyu duduk di kursi tahanan, sementara Lisa di kursi kunjungan. Dengan mata yang memerah Mingyu menangis di hadapan sahabatnya, begitu pula dengan Lisa yang berusaha tegar menghadapinya. Sudah 5 tahun mereka tidak bertatap muka, apalagi berbicara satu sama lain, bahkan hanya sekedar sapaan setiap tahunnya, itu tidak.
"Di saat kami semua berkumpul untuk merayakan kebahagiaan, hanya kau yang tidak ada di sana. Dan yang lebih menyakitkan bukan luka tikaman yang kau lakukan, Mingyu, namun rasa traumaku akan kepercayaan terhadap orang sekitar, terhadap lingkungan di sekelilingku. Kau berhasil mengikis mentalku saat itu, hingga aku baru berani menemuimu setelah lima tahun berjalan. Aku minta maaf jika kedatanganku mengingatkanmu pada kejadian kala itu. Aku mengerti betapa hancur dan hausnya dirimu akan balas dendam yang kau nanti. Tapi kenapa harus pada istriku Jennie? Kenapa Jennie menjadi alasanmu untuk melakukan semua ini? Kau hidup dalam petaka hanya karena mengikuti hawa nafsumu yang tak seberapa. Mingyu, aku tidak puas dengan kalimatmu di pengadilan lima tahun lalu, bahwa kau mengutarakan semuanya hanya tindak kriminal motif pembunuhan, bagiku tidak. Ada sesuatu yang masih kau sembunyikan. Meski lamanya pertemanan kita tiada artinya bagimu, tapi aku tetap menganggapmu sebagai teman. Teman yang memiliki dendam. Dan sekarang aku ingin mendengar sendiri, hal apa yang telah mendorongmu untuk bertindak sejauh ini, Mingyu?" ucap Lisa, memberikan secarik kertas yang ia simpan bertahun-tahun.
Mingyu menangis, menatap pedih mengingat masa di mana ia benar-benar berubah menjadi gila hanya karena dendamnya agar terlaksana.
"Aku hanya tidak menerima kematian orang terdekatku. Ibuku pernah mengalami kecelakaan hingga memasuki rumah sakit. Aku tidak berpikir kejadian itu hanya kecelakaan semata, tapi ternyata pelakunya adalah Kim Seon Ho, mertuamu. Dia memang bertanggung jawab saat itu, bahkan sempat membawa ibuku ke rumah sakit dan membiayai pengobatannya. Namun kondisi ibuku kritis, dan beberapa hari kemudian ibuku mengalami henti jantung, hingga aku dan nenekku mencari dokter untuk dapat menolong ibuku, bagaimana pun caranya. Dan kau tahu apa yang terjadi selanjutnya Lisa? Istrimu, Jennie Kim, dia menarik tangan dokter yang berjalan menuju ke ruangan ibuku, dengan tangis kala itu Jennie dan ayahnya membawa dokter yang hendak menolong ibuku. Di situlah aku harus kehilangan ibuku, dan semua karena Jennie. Seandainya aku dan nenekku berhasil membawa dokter itu untuk menolong ibuku, mungkin sampai saat ini ibuku masih bersamaku Lisa. Aku tidak menyangka dan tidak habis pikir harus melihat sahabatku menikah dengan seseorang yang telah membuatku kehilangan ibuku. Padahal aku telah memantaunya selama ini agar wanita itu tidak lagi memiliki seseorang yang akan menemaninya setelah ayahnya mati, agar dia merasakan bagaimana rasanya ditinggal sendirian, agar dia juga tahu betapa kesepiannya kehidupan dalam kegelapan, dan tidak ada seorang pun yang mencintainya. Tapi setelah kau membagikan surat undangan mengenai pernikahanmu dengan Jennie, aku justru harus melawan hati dan pikiranku sendiri, aku harus memisahkan kekacauan dalam kepalaku antara dendam dan iba akan sahabatku sendiri" jelas Mingyu, Lisa menghela napasnya setelah mengetahui apa yang Mingyu alami dan lakukan pada Jennie. Tujuannya jelas tidak ingin mencelakai siapa pun, namun karena mengetahui sahabatnya mencintai wanita yang ia pikir sumber dendam baginya, Mingyu nekat melakukan segalanya.
