26.🔸

4.1K 302 24
                                        

Ambil baiknya, buang buruknya !!!

Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸

Keep VOTING !!!

--------------------------------------------------------------

Lisa merangkai pernikahannya dengan Jennie begitu mendadak. Selain demi mempersingkat waktu, mereka juga melewatkan restu dari kedua keluarganya.

Siang itu, Jennie dan Lisa berada di gereja terdekat. Dengan setelan gaun sederhana namun elegan, Jennie berdiri di samping calon suaminya, Lalisa.

Nampak sebuah aksesoris ringan yang menghiasi kepala Jennie, wedding veil yang mengitari sebagian rambutnya terurai ke belakang dengan indah. Lisa sendiri mengenakan setelan jas berwarna putih yang berpadu dengan dasi kupu-kupu hitam, terlihat serasi dengan pengantin wanita di sisinya.

Waktu mulai berlalu, rasa gugup sebelum janji suci membuat Lisa mengingat sesuai yang amat ia sukai, ya permen susu. Namun sejak ada Jennie, ia tak pernah lagi memakan permen susunya dalam keadaan gugup dan sebagainya. Lisa mengandalkan kehangatan serta dukungan dari Jennie, mungkin juga dengan permen yang berbeda.

"Sayang, aku gugup" gumam Lisa, saat pendeta siap menikahkan keduanya.

Jennie menoleh dan membelai tangan suaminya yang sedari tadi ia genggam. "Aku bersamamu sayang, jangan gugup hm?"

"Aku mencintaimu Jennie"

"Aku lebih mencintaimu Lisa"

Pendeta mulai bertanya kepada keduanya, mengenai seberapa siap mereka untuk mengucapkan janji suci. Lantas Lisa dan Jennie mengangguk dengan pasti, bertekad sepenuh hati.

"Baik, kalau begitu kita mulai sekarang"

"Tunggu!" Tiba-tiba seseorang menghentikan ucapan pendeta yang akan menikahkan JenLisa.

Jennie dan Lisa menoleh ke belakang, lantas melihat sosok Hyun Sik Manoban, Ji Eun Manoban, juga Kim Seon Ho yang memasuki area tempat ibadah tersebut.

"Bisa-bisanya kalian tidak mengabari kami semua terkait hal sebesar ini" ucap Hyun Sik Manoban. Lisa menunduk, Jennie kembali menggenggam tangan Lisa.

"Papa, jangan seperti itu, nanti saja protesnya, biarkan mereka menjadi suami istri terlebih dahulu" ucap Ji Eun sang istri dari Manoban.

Satu-satunya yang mengangguk dengan senyuman penuh haru di sana adalah Kim Seon Ho, ayah dari Jennie. Pria paruh baya itu tersenyum dengan air mata kebahagiaan saat melihat putri semata wayangnya akan segera menikah dengan pilihannya juga pilihan Jennie. "Kalian sangat serasi"

"Silahkan lanjutkan pak pendeta" ucap Hyun Sik Manoban, segera menjadi saksi untuk anaknya.

Pendeta melanjutkan rangkaian janji suci untuk Lalisa dan Jennie, hingga keduanya pun resmi menjadi pasangan suami istri yang sah setelah mengucapkan masing-masing janji suci mereka pada pasangan satu sama lain, juga berciuman di depan altar dengan saksi kedua orang tua mereka.

Just MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang