Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
❄
Seokjin dan Jungkook kembali berkunjung ke rumah sakit, bersamaan dengan kedatangan Rose yang tiba di sana. Nampak sosok sekretaris yang super sibuk akhir-akhir ini menemui mereka di ruang tunggu yang terpisah dari ruangan naratetama JenLisa.
Jisoo nampak kurang tidur dengan garis lingkaran hitam di bawah kantung matanya. Melihat wanita yang dikaguminya kurang begitu ceria, Seokjin menawarkan Jisoo segelas minuman penghangat tubuh juga penghilang pengar, karena ia yakin bahwasanya Jisoo kurang istirahat.
"Aku membawakan tonik buah ini untuk menghangatkan tubuhmu. Kau boleh meminumnya sebelum atau sesudah makan" ucap Seokjin, memberikan 6 tonik untuk Jisoo.
"Gomawo oppa, sebenarnya ada banyak titipan tonik dari anak-anak kantor yang datang melalui perwakilan mereka"
"Ahm maaf karena aku terlambat" Seokjin hendak mengurungkan niatnya, namun dengan cepat Jisoo mengambil 6 tonik spesial dari crushnya tersebut.
"Ekhem, nuna, maaf aku membahasnya kembali. Jadi Mingyu sudah melakukan teror pada Lisa sejak kami pergi ke bar waktu itu? Sebelum Lisa menikah dengan Jennie?"
"Ya Jungkook. Kalian tidak menyadari bahwa dari CCTV Mingyu terlihat paling gelisah? Dia menendang bebatuan di jalan karena dia merasa kesal sebab targetnya tidak berhasil. Aku juga melihat dia keluar lebih dulu dari mobil dan melihat handphonenya beberapa saat sebelum kau dan Lisa menyusul. Tapi gelagatnya seperti orang paling khawatir saja kejadian berlangsung. Mungkin itu cara seseorang memanipulasi keadaan yang terjadi seolah tidak mengetahui apa-apa"
"Dan kejadian di Paris saat itu? Bukannya maaf, teman wanita Jennie juga berada di sana?" tanya Jungkook dengan polosnya, Rose yang duduk di dekat Jisoo menoleh ke arah pria bertato di tangan kanannya itu, lalu wajahnya berubah tak santai.
"Maksudmu kau mencurigaiku? Aku yang telah menemukan Lisa dan membawanya ke rumah sakit, tapi kau mencurigaiku? Begitu? Eonni, kalau begitu nanti aku kembali, aku tidak suka dicurigai, apalagi oleh pria seperti dia" ucap Rose, lalu pergi dari sana. Jungkook membuka matanya lebar, ia tak percaya bahwa maksud pertanyaannya disalah artikan oleh Rose, dan juga tidak mengetahui bahwa teman wanita yang dimaksud tersebut adalah Rose, crushnya sendiri.
"A-aniya, aniya tidak begitu maksudku.. Rose tunggu.."
"Kejar sampai dapat Jungkook" titah Jisoo, Jungkook segera mengejarnya. Seokjin dan Jisoo hanya tersenyum melihat keduanya.
"Beristirahatlah Jisoo, aku tidak ingin kau sakit" pinta Seokjin.
"Aku tidak akan sakit oppa. Ini juga sedang istirahat"
"Hm, apa aku boleh menemanimu berjaga di sini? Dan bila kau merasa mengantuk, kau tinggal tidur karena aku terjaga"
"Gomawo, tapi itu bukan pekerjaanmu, aku merasa tidak enak jika kau harus meninggalkan pekerjaanmu karena menemaniku"
