Ambil baiknya, buang buruknya !!!
Take your time to reading, enjoy it !!! 🍵🧸
❄
Keep VOTING !!!✨
--------------------------------------------------------------
❄
Pagi hari Jennie membuka matanya lebih dulu, mengingat satu malam paling hangat dalam hidupnya membuat harinya begitu cerah dengan senyuman termanis saat melihat seseorang yang memeluknya selama tidur.
Perlahan Jennie melepaskan pelukan Lisa, namun Lisa kembali memeluknya dan terusik tak ingin melepaskan. Jennie kecup dahi Lisa, ia belai pipi young Manoban itu dengan lembut, lalu melepasnya perlahan.
"Izinkan aku menyiapkan sarapan untukmu sayang"
"Emhhh.. Kajima baby, kajima Jennie.."
"Mmmwach mmmwach... " Kembali dua kecupan mendarat di pipi Lisa, hingga Lisa pun melepaskannya dan masih memejamkan mata. "Aneh, kenapa batinnya sangat kuat? Padahal matanya jelas masih terpejam. Hm.. Lisa, kau memang unik, tidak ada manusia sepertimu di dunia ini sayang. Istirahat dengan nyenyak hm? Aku akan membuat sarapan untukmu"
Jennie turun dari ranjang, lalu hendak beranjak dari sana, namun ia melihat panggilan di handphone Lisa, dan tidak bisa membiarkannya begitu saja, karena itu akan mengganggu waktu tidur kekasihnya.
"Mama Ji Eun? Ahm, harus bagaimana aku? Jika kubangunkan Lisa, kasihan juga, dia sedang tidur nyenyak"
Dengan pertimbangan yang sudah ia pikirkan, Jennie pun menerima panggilan Ji Eun di luar kamar.
📲
"Lisa, sayang ke mana saja kau nak? Kenapa kau tidak menerima panggilan mama, sayang? Bahkan nomormu tidak aktif selama beberapa hari"
"Ahm, ma, maaf, ini Jennie"
"Jennie? Apa aku salah menelpon ya?" gumam Ji Eun yang terdengar.
"Animida ma, mama benar menghubungi nomor Lisa, namun Jennie yang menerimanya"
"Omo! Jennie sayang, kalian sedang bersama? Omo omo.. Ya Tuhan, mimpi apa mama semalam ya? Senangnya. Kalian sedang bersama nak?"
"Emh, Jennie sedang bersama Lisa, ma. Tapi Lisa masih tidur di kamar"
"Omo.. Kalian sudah berkencan?"
"Emh, i-iya ma, Jennie dan Lisa sudah berkencan di sini"
"Ya ampun gemasnya, mama jadi tidak sabar menunggu kalian kembali. Jennie tidur bersama Lisa?"
"Ahm, heem"
"Aw, manisnya. Ini hari paling menyenangkan bagi mama, Jennie"
"Hm.. Jennie juga ma"
"Ya sudah ya sudah, jangan pikirkan apa pun, tidur saja lagi nak. Bila perlu ajak Lisa melakukannya hingga puluhan ronde" Ji Eun terkekeh gemas di sana, Jennie merona setengah mati mendengarnya.
