3

1.7K 144 1
                                        

•••

(Room chat Saviera - Polixa)

Polixa :
Savier, lagi di mana?

Saviera :
Quello di Vier, kenapa?

Polixa :
Sepulang dari rumah sakit gue ke sana.

•••

Setelah membuka pesan dari Polixa, Saviera langsung melepas apron yang menempel pada tubuhnya. Ia menyudahkan aktivitas bakingnya di kitchen dan bergegas meninggalkan kitchen

Karena rumah sakit pelita dan Quello di Vier tak terlalu jauh jaraknya, Saviera yakin pasti sebentar lagi Polixa sampai. Ia menyiapkan cake kesukaan sahabatnya itu dan beberapa cemilan lain.

10 menit berlalu, benar saja Polixa sudah menampakkan batang hidungnya di hadapan Saviera. Kemudian, Polixa segera mengambil posisi duduk di hadapan Saviera yang mana sedang duduk manis disalah satu meja pengunjung.

"Hello dear! Kenapa tadi pesan akhir gue ga lo kasih balasan? Shombong amat!" ucap Polixa.

"Ga gue kasih balasan juga gue yakin lo langsung datang ke sini." balas Saviera.

"Yaaa, iya sih. Tapi ya balas walaupun 'y' doang lah, Sa," timpal Polixa.

"Ga ada waktu, Pol, udah lah." Setelah Saviera berucap, datang pelayan membawa cake yang tadi disiapkan Saviera.

"Wih.. My favorite avocado mousse cake! Terima kasih." Polixa berucap antusias dan tak lupa berterima kasih kepada pelayan. Pelayan tersenyum seraya mengangguk, lalu, pergi kembali.

"Terima kasih sama gue juga dong," timpal Saviera.

"Terima kasih Savier sahabat tersayang, tercantik, terbaik dan terluar biasa gue." ujar Polixa.

"HAHAHA.." mereka tertawa bersama.

Polixa langsung menyantap avocado mousse cake buatan Saviera, ia tak henti memuji cake sahabatnya itu. Sesekali ia juga menyuapkan cake ke mulut Saviera, tentu Saviera menyambutnya.

Selama santap menyantap, Polixa dan Saviera juga berbincang banyak hal. Rasanya kemarin tak ada waktu seperti ini karena Polixa sedang berada di rumah sakit, membuat mereka tak leluasa.

Polixa dan Saviera berbincang mulai dari hal random, canda tawa tentu dilontarkan satu sama lain. Semua topik mereka bahas, sampai akhirnya pembahasan mulai berganti.

"Tell me about Ronadio dong, Pol," ucap Saviera. Kedua tangannya bertumpu di atas meja.

"About Ronadio?" tanya Polixa bingung.

"Yes, Ronadio sebenarnya kenapa?"

"Gue ga bisa jawab, Sa. Dalam dunia psikiatri ada kode etik dan undang-undang yang mengatur tentang kerahasiaan pasien." jawab Polixa.

Saviera menatap kedua mata Polixa, "Gue paham, lo ga perlu ceritain secara spesifik. Ceritain apa yang bisa diceritain aja. Naresha juga kemarin bilang ke gue, kalau gue mau tau lebih banyak tentang Ronadio, disuruh tanya ke lo."

Similar FaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang