Acara inti dari pertemuan kolega pada malam hari ini pun sedang berlangsung, Ronadio menikmati acara dengan khidmat. Tak lupa, Saviera senantiasa berada dirangkulannya.
Saviera pun ikut menikmati jalannya acara, Ronadio sesekali mengomentari acara yang tentunya disambut sukacita oleh Saviera. Ronadio dan Saviera terlihat seperti pasangan bahagia.
1 jam telah berlalu, akhirnya segala rangkaian acara telah terlewati dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun. Tinggal lah menikmati penghujung acara, acara penutupan.
Saviera memindai pandangannya ke sekeliling. Tubuhnya tiba-tiba menegang kala melihat seseorang yang tak asing untuknya. Tangan Saviera refleks mencengkram erat tangan Ronadio. Ronadio tersentak, ia memandang wajah Saviera.
"Hey, kenapa?" tanya Ronadio. Ronadio lalu mengikuti arah pandang Saviera, Ronadio menajamkan matanya saat mendapati seseorang yang tak asing untuknya.
"Ron, lihat kaki kanannya. Rasanya aneh kalau tiba-tiba kaki kanannya luka persis setelah kejadian itu, aku ingat betul di mana aku mendaratkan peluru." ujar Saviera dengan keyakinannya.
"Iya, ga mungkin hanya kebetulan." balas Ronadio. Ia tak lepas mengamati orang tersebut, orang tersebut sedang berjalan menggunakan tongkat untuk menumpu kaki kanannya yang tak bisa berjalan dengan sempurna, "Aku segera hubungi Pak David, polisi yang investigate kasus ancaman kamu dan aku juga segera hubungi anak buahku." sambung Ronadio.
"Kamu lapor polisi mengenai ancaman yang aku dapat?" tanya Saviera. Pasalnya, Saviera tidak tahu jika Ronadio menyangkut pautkan pihak kepolisian dalam kasus ancaman yang ia dapat.
"Iya, sorry aku ga kasih tau kamu." jawab Ronadio. Setelah itu, dengan sigap Ronadio menghubungi Pak David dan anak buahnya.
30 menit setelahnya, seluruh rangkaian acara pertemuan kolega pada malam hari ini pun telah usai. Sedari tadi, pandangan Saviera dan Ronadio tak lepas memindai gerak-gerik orang tadi.
Saviera dan Ronadio melihat orang tersebut bangkit dan berjalan keluar ruang acara, tentu Saviera dan Ronadio mengikutinya dari jarak jauh. Ronadio terus menggenggam tangan Saviera.
"Ron, aku takut," ucap Saviera.
"Ga perlu takut, ada aku di sini." balas Ronadio seraya mengeratkan genggamannya.
DOR..
Bunyi tembakan terdengar saat Saviera, Ronadio dan seseorang yang mereka ikuti berada di lobby hotel. Pak David datang bersama beberapa anak buah Ronadio. Mereka mengepung orang yang Ronadio dan Saviera ikuti.
"Apa-apaan ini?" teriak panik orang itu.
"Jangan bergerak, anda kami tangkap atas dugaan ancaman dan kecelakaan yang disengaja terhadap Ibu Saviera, Pak Dirga." ucap Pak David.
• Flashback •
Beberapa hari lalu, Ronadio merasa ada beberapa orang yang selalu berada disekitar rumahnya, mengamati setiap gerak-geriknya dan Saviera. Ronadio merasa curiga jika orang tersebut adalah orang suruhan pengancam.
Kemarin, keamanan di rumah mengatakan jika mereka mendapati dua orang berpakaian tertutup berusaha masuk rumah. Tetapi, para keamanan bisa mengatasinya. Ronadio pun segera menambah keamanan di rumahnya.
Ronadio sengaja menyembunyikan persoalan ini dari Saviera, ia tak ingin Saviera merasa cemas dan takut kembali. Ronadio ingin Saviera tetap merasa tenang dan nyaman berada di sisinya. Tak lama, Pak David menghubunginya.
📞 Pak David is calling..
"Halo, Pak Ronadio?"
"Halo, Pak David. Bagaimana, Pak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Similar Face
RomanceBagai keajaiban yang datang tak terduga, bagai bencana yang datang tak disangka. Begitulah pertemuan mereka, terjadi begitu tiba-tiba. Setiap manusia sudah digariskan takdirnya masing-masing, semuanya sudah ditulis dan dirancang dengan mendetail ole...
