Pagi hari, pukul 08.30, Saviera sedang berada di rumahnya. Ipad menyala di tangannya, Saviera sedang mengurus beberapa hal mengenai Quello di Vier. Walaupun hari ini weekend, Saviera tetap meng-handle pekerjaannya.
Saat weekend seperti ini, Quello di Vier justru semakin ramai pengunjung. Setiap weekend Saviera memang tidak datang ke bakery and restonya, tetapi walau Saviera tidak datang ke sana ia tetap mengontrol bakery and resto dari rumah.
Handpone Saviera tiba-tiba saja berdering menampilkan nomor tidak dikenal. Perasaan Saviera mengatakan jika Ronadio lah yang saat ini menghubunginya. Dengan pasti, Saviera segera mengangkat sambungan tersebut.
📞 08xxxxxxxx92 is calling..
"Oxa, kamu kenapa ganti nomor ga kabari aku?" benar saja dugaan Saviera, saat ini Ronadio yang menghubunginya.
"Hm? Sorry," jawab Saviera singkat. Jujur, Saviera bingung harus menanggapi seperti apa.
"It's okay. Naresha bilang semalam kamu nginap di rumahnya, sekarang masih di sana?"
"Iya. Kenapa memangnya?"
"Aku ke sana ya,"
"No! Mau ngapain?" Saviera panik sendiri.
"Mau jemput kamu, sekalian mau ajak kamu pergi. Udah lama kita ga pergi berdua." Saviera tidak langsung menjawab, ia bingung harus menjawab apa. Ini benar-benar situasi yang tidak pernah terbayangkan olehnya.
"Okay kita pergi, tapi kamu ga usah jemput aku ke sini, biar aku yang samperin kamu. Lagipula, aku juga bawa mobil." jawab Saviera.
"Bawa mobil? Kamu kan ga bisa nyetir mobil. Mobil mana yang kamu bawa?" Oh, Tuhan.. Saviera harus menjawab apa? Ya sudahlah, jawab sejujurnya saja.
"Aku bisa nyetir mobil, Nad, aku juga bawa mobilku sendiri. Udah ya, sebentar lagi aku on the way ke rumah kamu." balas Saviera.
"Rumah ku juga rumah kamu." ujar Ronadio.
"Ah, iya, rumah kita maksudnya. Yaudah, udah ya. Bye, Onad!" Sebelum Ronadio kembali berucap, Saviera cepat-cepat menutup sambungan.
Saviera menghela nafas gusar, ia sebetulnya tidak ingin pergi berdua dengan Ronadio. Tapi jika ia menolak, ia takut akan menggangu pikiran Ronadio. Saviera akhirnya memutuskan untuk menghubungi Polixa terlebih dahulu.
•••
(Room chat Saviera - Polixa)
Saviera :
Pol, Ronadio ajak gue pergi
Polixa :
Turuti apa yang Ronadio mau dulu ya, Sa, gapapa kan? Maaf jadi buat lo repot.
Saviera :
Gapapa, santai aja. Tapi Ronadio emang boleh pergi-pergi gini? Kan kemarin habis down kondisinya
Polixa :
Ga masalah, Sa, kondisi fisik Ronadio udah sangat baik dan bisa beraktivitas seperti biasa kok. Tapi nanti kalau sewaktu-waktu kepalanya sakit kaya kemarin lagi, kasih obat aja. Biasanya kepalanya akan sakit kalau dia memikirkan hal yang membebaninya.
Saviera :
Baiklah kalau begitu, terima kasih infonya dokter Polixa yang terhormat.
Polixa :
Sama-sama.
Polixa :
By the way, Ronadio ajak lo pergi ke mana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Similar Face
RomanceBagai keajaiban yang datang tak terduga, bagai bencana yang datang tak disangka. Begitulah pertemuan mereka, terjadi begitu tiba-tiba. Setiap manusia sudah digariskan takdirnya masing-masing, semuanya sudah ditulis dan dirancang dengan mendetail ole...
