8

1.6K 148 16
                                        

Saat ini, Saviera yang ada di balik kemudi. Tidak mungkin Saviera membiarkan Ronadio menyetir saat kondisinya sedang tidak sepenuhnya baik. Sekarang pukul 15.00, mereka sudah berkeliling peak cukup lama. Mampir ke beberapa tempat juga tentunya untuk sekedar membeli makanan ringan dan menikmati udara segar peak.

Sedari tadi, Saviera terus mencoba membuka obrolan dengan Ronadio. Saviera ingin mengalihkan pikiran yang mengganggu sang tuan. Ronadio menanggapi, ia sudah terlihat lebih baik. Pandangan Ronadio tak lepas dari Saviera yang sedang fokus menyetir di sebelahnya, Ronadio mengamati setiap gerak gerik sang puan. Saviera menyadari, tapi ia membiarkan saja Ronadio memandangnya.

"Aku baru tau kalau kamu udah bisa nyetir, Xa. Perasaan kamu ga pernah mau kalau disuruh belajar nyetir, lebih milih ke mana-mana didampingi sama sopir," ujar Ronadio.

Saviera melirik Ronadio sesaat sambil tersenyum simpul, "Aku udah lama bisa nyetir," sahutnya, "Ini kita mau ke mana lagi?" sambungnya mengalihkan topik pembicaraan.

"Aku mau ajak kamu ke resto tempat biasa kita makan kalau ke sini. Kamu tau kan?"

"Kamu arahin aja ya," sahut Saviera. Saviera tidak tahu resto yang dimaksud Ronadio. Ronadio hanya membalas dengan anggukkan.

15 menit berlalu, akhirnya Ronadio dan Saviera sampai di resto yang Ronadio maksud. Resto yang berada tepat di atas peak. Resto tersebut menyuguhi pemandangan yang sangat indah, mengarah ke kebun teh yang sangat luas.

Ronadio membawa Saviera duduk di sudut resto yang terdapat satu meja berukuran sedang dan dua kursi berhadapan, tempat yang sangat strategis. Dari tempat Ronadio dan Saviera duduk, terlihat jelas keindahan peak di sore hari.

"Kita pesan makan seperti biasa?" tanya Ronadio sambil melihat-lihat buku menu.

"Memang biasanya pesan apa?" bukan menjawab, Saviera bertanya balik.

Ronadio tidak menjawab, ia malah menutup buku menu dan menatap Saviera, "Nih, kamu pilih sendiri aja, sekalian untuk aku juga." Ronadio menyerahkan buku menu kepada Saviera.

Saviera akhirnya memilih makanan yang akan di pesan. Selama Saviera fokus pada buku menu, Ronadio terus memperhatikan. Ronadio memindai dengan intens setiap pergerakan Saviera.

Setelah beberapa saat Saviera memilih menu, saat ia sudah mendapat menu yang ia mau, ia langsung memanggil pelayan. Pelayan pun segera datang menghampiri Saviera dan Ronadio.

"Selamat sore, ada yang bisa dibantu?" ucap ramah pelayan kepada Saviera dan Ronadio.

"Sore, saya mau pesan," sahut Saviera.

"Baik, bisa disebutkan pesanannya?"

"Saya pesan modern fried rice, miso soup, dan sugarless lemon tea," ucap Saviera kepada pelayan yang sedang mencatat pesanan. Saviera beralih menatap Ronadio, "Do you want the same food as me?" tanya Saviera kepada Ronadio.

"Change the drink, i want to drink mineral water instead." jawab Ronadio yang langsung diangguki oleh Saviera.

"Untuk tambahan lagi, modern fried rice, miso soup dan mineral water, ya." ucap Saviera.

"Baik, saya sebutkan ulang. Modern fried rice dua, miso soup dua, sugarless lemon tea satu, dan mineral water satu. Apa ada tambahan lagi?"

"Cukup, itu aja." balas Saviera.

"Baik, kalau begitu, Ibu dan Bapak mohon tunggu untuk beberapa saat,"

Similar FaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang