23

1.3K 138 6
                                        

Pagi ini, Ronadio sedang duduk manis di ruang kerjanya dengan penampilan yang sangat rapi. Ia menggunakan kemeja putih yang dilipat lengannya, celana bahan abu dan tuxedo abu.

Ronadio baru saja selesai melaksanakan virtual meeting dengan kliennya. Saat ini, ia sedang fokus dengan ipad di tangannya. Ronadio sedang berselancar dalam sosial medianya.

Senyum Ronadio timbul tatkala mendapati akun sosial media milik Saviera, ia stalking akun Saviera dengan penuh semangat. Entah mengapa, Ronadio sangat senang melihat potret Saviera.

Follow

Tanpa berpikir panjang, Ronadio segera mengikuti akun sosial media Saviera. Ronadio ingin Saviera menyadari keberadaannya di dunia maya, ia juga ingin Saviera mencintainya di dunia nyata.

Ronadio pandangi intens potret Saviera, Saviera terlihat sangat cantik dengan pose apapun. Wajah fiercenya menambah kecantikannya, penampilannya pun begitu pas dipandang mata.

"Dia selalu terlihat cantik dari sudut manapun, i love her so much." gumam Ronadio.

Ketika Ronadio sedang fokus memandangi rupa indah Saviera di ipad-nya, handphonenya berdering memecah fokusnya. Roandio melihat siapa yang menghubungi, ternyata Naresha.

📞 Naresha is calling..

"Ada apa?" tanya Ronadio.

"Gue cuma mau call aja, mau tanya kabar lo dan Saviera," jawab Naresha dalam sambungan.

"Kabar gue dan Saviera baik."

"Luka tusuk di perut Saviera gimana?"

"Saviera bilang lukanya udah jauh lebih baik, dia juga selalu bilang kalau kondisinya baik-baik aja di depan gue. Entah yang sebenarnya dia rasa gimana, gue ga tau pasti."

"Polixa bilang, Saviera memang seperti itu. Dia ga ingin orang lain mengkhawatirkan kondisinya, makanya dia selalu berusaha terlihat baik-baik aja. Tugas lo sebagai suami, harus peka dengan sikap Saviera. Don't you love her?"

"Yes, i love her very much. Saviera terlalu memikirkan kekhawatiran orang lain tentang dirinya, sampai dia ga sadar bahwa dia sendiri pun saat ini berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan." balas Ronadio.

"Tapi gue yakin Saviera perempuan kuat, buktinya dia dengan mudahnya melewati ancaman-ancaman yang dia alami kemarin. Kalau gue jadi Saviera, belum tentu sanggup."

"Kalau lo ga akan sanggup, Na, siku lecet sedikit aja nangisnya one week." ledek Ronadio.

"Dih, berlebihan! Udahan deh, gue ada meeting habis ini. Sana, lo hampiri Saviera, lo habiskan waktu bardua Saviera, siapa tau Saviera bisa balas rasa cinta lo itu. Jangan stuck, Ron."

"Tenang aja, kalau cinta ga akan ke mana."

"Halahh.. Ditinggal Saviera baru tau rasa!"

"Jangan bicara sembarangan!"

"Hahaha.. Sorry deh. Udah ya, kalau ada apa-apa kabari gue atau Polixa. Good luck, sahabat, semoga Saviera bisa membuka hati untuk lo ya. Polixa bilang, katanya Saviera susah untuk buka hati, So, lo harus usaha semaksimal mungkin. Oh, jangan lupa, lo juga harus jaga Saviera kapanpun dan di mana pun kalian berada." ujar Naresha.

Similar FaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang