"apa dengan begitu mereka akan bahagia Yoonhee?" Ucap ibu jin dengan nada sangat datar.
"Mereka sedang salah arah eonni, kita sebagai orang tua berhak mengingatkan mereka."
"Berhak? Sejak kapan kita punya hak atas diri anak kita? Satu satunya hak orang tua terhadap anaknya hanya kasih sayang yang tulus, bukan menghendaki semua keinginan kita atas anak kita. Apa kau tau yoonhee, bertahun tahun aku hidup di negara dimana masyarakatnya tidak pernah mempermasalahkan tentang orientasi seksual mereka, sedikit banyak akupun bisa paham alasan dibalik itu semua."
"Eonni aku mohon, yang kau lihat itu di luar negeri bukan di negara kita. Bagaimana jika semua orang mengetahui hubungan mereka? Ouhh.. demi tuhan aku benar benar tidak bisa membayangkannya."
"Aku bukan membicarakan tentang moral atau etika yoonhee, sekarang coba lihat anakmu. Asal kau tau saja, awalnya aku juga tidak menyetujui hubungan mereka, bahkan aku sempat menyuruh keponakanku untuk memata matai mereka. Dan aku sama sepertimu, aku bahkan berpikir untuk membawa jin pergi dari negara ini dan memisahkannya dari Jungkook. Tapi apa yang terjadi? Anakmu berbeda yoonhee, dia anak yang sangat baik. Matanya, aku bisa merasakan cinta, ketulusan, kejujuran di saat yang bersamaan setiap dia bersama jin. Rasanya aku tidak akan sanggup melihat mata itu harus terluka, apa kau tidak bisa melihat itu di mata anakmu?"
"Aku kesini ingin meminta bantuan mu, bukan mendengar ceramahmu. Heuh, Jika saja aku tau kalau akan jadi seperti ini, aku pasti akan menjauhkan Jungkook dari jin sejak awal." Ucap ibu Jungkook sinis. Ibu jin yang mendengar itu merasakan amarah, dia tidak percaya ibu Jungkook mengatakan hal itu, seolah olah semua ini gara gara seokjin. Sebagai ibu jelas hyerin tidak terima anaknya disalahkan seperti itu.
"Kalau itu yang kau mau, baik aku akan bicara dengan jin. Dan kau, silahkan lakukan apa yang kau mau. Tapi~" tangan ibu jin sudah mengepal sangat kuat, sebenarnya dia tidak sanggup untuk mengatakan hal ini.
"Jangan pernah kau menyakiti hati Jungkook." Ibu jin terlihat sangat berusaha menahan air matanya, dia tidak mau terlihat lemah di depan ibu Jungkook.
"Tentu saja aku tidak akan menyakitinya, dia anakku kalau kau lupa." Ibu Jungkook segera mengambil tasnya dan pergi meninggalkan rumah jin. Dia kembali kerumahnya dan segera menghubungi temannya untuk menyusun rencana mempertemukan kedua anak mereka.
Di rumah jin
"Yoebo, apa kita benar benar harus menyetujui permintaan ibu Jungkook? Aku benar benar tidak terima dia merendahkan jin seperti itu. Dia tidak pernah tau bagaimana jin menjaga Jungkook, bagaimana pengorbanannya sampai dia merelakan perasaannya." Ucap ibu jin mengadu ke suaminya dengan airmata yang terus mengalir.
Fyi, ayah dan ibu jin sebenarnya sudah mengetahui hubungan jin dan Jungkook dari Jihoon. awalnya Jihoon tidak mau mengatakan hal itu, tapi orang tua jin sudah lebih dulu mengancamnya agar mengatakan semuanya.
"Tenanglah sayang, kita pikirkan lagi jalan keluarnya. Tapi, kita akan kesulitan membantu jin kalau dia sendiri belum mengatakan apapun tentang hubungan mereka." Jawab ayah jin sambil menenangkan istrinya.
Di apartemen jin
"Yoebo, menurutmu liburan ini lebih baik kita melakukan apa?" Suara Jungkook terdengar baru keluar dari kamar. Sedangkan jin sedang sibuk di dapur sedang menyiapkan makan siang mereka. Beberapa Minggu ini mereka mendapatkan libur secara tiba tiba karena konser mereka terpaksa dibatalkan akibat adanya wabah covid. Agensi mau tidak mau merubah semua jadwal dan kegiatan member, jadi selama penyusunan jadwal ulang semua member mendapatkan waktu untuk istirahat sejenak.
"Ooh, emmm. Bagaimana kalau kita pergi memancing. Nanti aku akan menghubungi yoongi untuk bergabung dengan kita." Jawab jin sambil terus memasak. Jungkook yang sedang duduk di sofa dekat dapur mendengar itu langsung mengeluh
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
FanfictionMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
