Berbeda dengan para Hyung line kecuali hobi yang sudah mengetahui semua permasalahan jin Jungkook dan paham dengan situasi yang menyebabkan Jungkook melakukan kesalahan, maknae line justru masih di buat terkejut dengan kenyataan bahwa 2 member kesayangan mereka ini sedang mendapat masalah yang bahkan tidak tau sebesar apa masalah tersebut. Bahkan Jungkook sendiri terlihat sangat diam, entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Mereka bertiga pun segera kembali ke kamar Jungkook untuk menghiburnya setelah hobi memerintahkan mereka pergi, setelah kepergian mereka barulah para Hyung line membicarakan masalah ini lagi dengan lebih leluasa.
"Apa kau sudah membaca artikel itu Jungkook ah? Jimin ah?" Tanya Tae yang penasaran dengan isi artikel itu. Sejujurnya saat tadi hobi membaca salinan artikel dari ponsel namjoon, dia secara refleks tidak memberi ijin para maknae untuk membacanya. Walau pada akhirnya mereka bisa tau garis besar permasalahan jin dan Jungkook, namun mereka masih belum benar benar tau apa yang sebenarnya tertulis di artikel itu.
Jimin dan Jungkook hanya mampu menggeleng, mereka bertiga benar benar tidak memiliki petunjuk sedikitpun kecuali jika mereka mulai menelusuri jejak digital di sns. Mereka bertigapun serentak segera membuka ponsel masing masing, menekan aplikasi mesin pencarian yang biasa mereka pakai untuk berselancar di dunia Maya.
Hampir 1 jam mereka mencari berita tentang jin dan Jungkook, namun kosong. Yang ada hanya beberapa artikel yang membahas beberapa berita hoak yang terus menyinggung grup mereka. Kini mereka putus asa, hanya helaan nafas yang terdengar hingga terdengar suara pintu terbuka menampilkan sosok yang sepertinya tau tentang permasalahan yang sedang terjadi.
"Jinhyung?" Ucap Jimin sedikit terkejut dengan kedatangan jin tiba tiba,
"Emmm, bisa Hyung pinjam Jungkook dulu?" Tae dan Jimin yang mendengar hanya bisa menoleh ke arah Jungkook, namun objek yang sedang mereka tatap itu justru sudah berdiri menghampiri sosok yang sedang menunggunya itu tanpa melihat ke arah dua orang yang masih bingung dengan suasana saat ini.
Jin mengajak Jungkook naik ke roof top apartemen tempat tinggal mereka, Jungkook mengikuti jin tanpa banyak bicara. Sesampainya disana mereka berdua duduk di bangku panjang yang memang sudah lama mereka taruh disana, mungkin bisa dibilang ini salah satu tempat persembunyian para member jika mereka sedang ingin sendiri atau saat mereka ingin berkumpul bersama.
"Kenapa kau melakukan itu JK? Kau pria cerdas, Hyung pikir tidak mungkin kau melakukan kecerobohan seperti ini jika tidak ada alasannya." Ucap jin saat mereka berdua sudah duduk dengan tenang, walau awalnya mereka hanya terdiam dengan pikiran masing masing. Udara di luar cukup dingin mengingat saat ini sedang memasuki musim dingin.
"Apakah masalah yang sedang terjadi itu yang jadi alasan kau menjauhiku Hyung?"
"Eo eoh, keh siapa yang menjauhimu JK? Mungkin itu perasaanmu saja," jin masih mencoba mengelak, sungguh dia tidak mampu jika melihat Jungkook terluka karena tindakannya.
"Aku bukan anak kecil lagi Hyung, aku bisa melihat dengan jelas dengan perubahan sikapmu."
"Itu hanya perasaanmu saja JK, lagi pula Hyung juga tadi tanya kenapa belum di jawab? Kenapa kau sampai keluar sendiri? Kau bahkan tau kalau hal seperti itu bisa membahayakan dirimu sendiri maupun grup bukan?"
"Lalu kenapa kau bisa keluar sendiri?"
"Katakan saja yang sebenarnya Hyung, ada apa? Ada masalah apa antara kita? Kau membuatku merasa buruk setelah beberapa hari ini kau selalu menjauhiku." Jungkook menatap wajah jin dengan raut yang cukup sedih. Bohong jika jin tidak tau apa yang dirasakan adiknya ini, bagaimanapun juga jin sudah lama bersama Jungkook dan tentu akan mudah baginya membaca suasana hatinya saat ini. Jin menarik nafas panjang, melempar punggungnya bersandar di kursi dengan wajah menghadap ke arah langit. Dia menarik jaket semakin erat untuk mengusir hawa dingin yang mulai terasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
FanfictionMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
